legenda kerlonggona pohon keramat di wamena cerita rakyat dari papua - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Kerlonggona Pohon Keramat di Wamena, Cerita Rakyat dari Papua

Legenda Kerlonggona Pohon Keramat di Wamena, Cerita Rakyat dari Papua
images info

Legenda Kerlonggona Pohon Keramat di Wamena, Cerita Rakyat dari Papua


Legenda Kerlonggona merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Papua. Legenda ini berkisah tentang Kerlonggona, sebuah pohon keramat yang memiliki tempat tersendiri di masyarakat.

Meskipun memiliki tampilan yang terkesan angker dan menyeramkan, pohon ini memiliki nilai lebih di tengah masyarakat yang ada di daerah tersebut. Apalagi pohon ini menjadi tempat berbagai macam upacara adat yang ada di sana.

Tidak hanya pohonnya, orang yang menjaga Kerlonggona juga dihormati oleh masyarakat. Sebab tidak sembarangan orang yang dapat dipercaya sebagai sosok penjaga pohon Kerlonggona tersebut.

Lantas bagaimana kisah lengkap dari legenda Kerlonggona, pohon keramat yang ada di daerah Wamena tersebut.

Legenda Kerlonggona Pohon Keramat di Wamena, Cerita Rakyat dari Papua

Dinukil dari artikel Omas, "Kerlonggona Pohon Keramat dari Wamena" dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Papua (Pemenang Sayembara), alkisah pada zaman dahulu ada sebuah kampung di Pegunungan Wamena. Kampung ini bernama Kosili.

Di Kampung Kosili, hiduplah sebuah suku yang bernama Walak Mbarlima. Suku ini merupakan penghuni asli daerah tersebut.

Ada satu keunikan dari Kampung Kosili yang tidak dimiliki oleh daerah lain di sekitarnya. Ada sebuah pohon keramat yang tumbuh di kampung tersebut dan diberi nama Kelonggana.

baca juga

Kerlonggana merupakan sejenis pohon beringin yang sangat besar dan tinggi. Pohon ini dipercaya sudah berumur ratusan tahun lamanya.

Masyarakat Walak Mbarlima sangat menghormati pohon Kerlonggona tersebut. Tidak sembarangan orang yang bisa merawat serta mengelola pohon keramat itu.

Hanya ada seorang kakek tua yang dipercaya untuk merawat pohon Kerlonggona. Kakek tua itu bernama Mika.

Selain menjaga pohon tersebut, Mika juga sering kali memimpin upacara yang digelar di Kerlonggona. Berbagai upacara memang sering dilakukan masyarakat Walak Mbarlima di sana.

Ada sebuah kepercayaan yang berkembang terkait pohon keramat ini. Masyarakat percaya hanya orang Walak Mbarlima saja yang bisa merawat pohon itu.

Jika ada orang asing yang masuk ke wilayah pohon tersebut, maka dia akan tersesat nantinya. Salah satu kisah terkait kejadian ini pernah terjadi di masa lalu.

Waktu itu, ada seorang pemburu yang tengah mencari buruannya. Tanpa sadar, pemburu ini masuk ke wilayah Kerlonggona.

Alhasil pemburu tersebut tersesat dan tidak tahu jalan keluar. Untungnya masyarakat Walak Mbarlima mengetahui kejadian ini.

Mika kemudian memimpin upacara adat untuk membebaskan pemburu ini dari sana. Setelah upacara tersebut dilakukan, pemburu itu akhirnya bisa keluar dengan selamat.

Pohon Kerlonggona juga sering dijadikan sebagai tempat persiapan sebelum dilakukannya perang. Sebelum berangkat ke medan pertempuran, para prajurit biasanya akan dikumpulkan di lokasi pohon keramat ini terlebih dahulu.

Nantinya Mika akan melakukan upacara adat untuk memberkati para prajurit yang akan berangkat perang. Dengan demikian, para prajurit diharapkan bisa selamat dan memenangi peperangan yang akan dihadapi.

Pohon Kerlonggona juga dipercaya sebagai tempat beristirahat para leluhur dari masyarakat Walak Mbarlima. Jika ada sesepuh desa yang meninggal dunia, maka arwahnya dipercaya akan tinggal terlebih dahulu beberapa saat di pohon keramat tersebut.

baca juga

Nantinya barulah arwah tersebut kembali ke alam mereka. Hal inilah yang kemudian memunculkan kesan angker pada pohon Kerlonggona yang ada di sana.

Berkat kepercayaan ini pula, masyarakat percaya jika pohon Kerlonggona memiliki aura mistis dan kekuatannya tersendiri. Oleh sebab itu, masyarakat Walak Mbarlima tetap menjaga kelestarian pohon Kerlonggona tersebut hingga saat ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.