mahasiswa president university sukses gelar french theater ratusan penonton padati auditorium - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa President University Sukses Gelar French Theater, Ratusan Penonton Padati Auditorium

Mahasiswa President University Sukses Gelar French Theater, Ratusan Penonton Padati Auditorium
images info

Mahasiswa President University Sukses Gelar French Theater, Ratusan Penonton Padati Auditorium


French Theater 2026 sukses digelar sebagai hasil kolaborasi antara French Club President University dan mahasiswa Hubungan Internasional President University angkatan 2023 yang mengambil kelas bahasa Prancis.

Acara ini menjadi puncak dari ujian akhir semester 5 kelas bahasa Prancis, melibatkan sekitar 121 mahasiswa yang turut ambil bagian baik di depan maupun di balik layar.

Riuh tepuk tangan memenuhi Charles Himawan Auditorium President University saat lampu panggung mulai meredup. Ratusan pasang mata langsung tertuju ke panggung ketika para pemeran French Theater tampil membawakan drama klasik The Three Musketeers karya Alexandre Dumas.

Suasana auditorium malam itu terasa penuh energi, hangat, sekaligus menegangkan sejak adegan pertama dimulai.

baca juga

Sinopsis Cerita The Three Musketeers

The Three Musketeers mengisahkan perjalanan d’Artagnan, seorang pemuda ambisius yang datang ke Paris dengan mimpi menjadi seorang Musketeer Kerajaan Prancis. Di tengah suasana politik yang penuh intrik dan perebutan kekuasaan, ia bertemu Athos, Porthos, dan Aramis yang kemudian menjadi sahabat sekaligus rekan perjuangannya.

Bersama-sama, mereka terlibat dalam misi berbahaya untuk melindungi kehormatan Queen Anne setelah Cardinal Richelieu merancang konspirasi yang mengancam kerajaan. Perjalanan mereka dipenuhi aksi, pengkhianatan, persahabatan, hingga pengorbanan yang menguji kesetiaan satu sama lain.

Dengan balutan drama klasik, unsur komedi, dan ketegangan politik, kisah ini menghadirkan pesan tentang loyalitas, keberanian, dan persatuan yang tercermin melalui semboyan legendaris mereka, “One for all, and all for one.”

French Theater tahun ini diperankan oleh deretan talent mahasiswa yang berhasil membawakan karakter dalam The Three Musketeers dengan penuh totalitas. Alfendo Rahmadani sebagai d’Artagnan tampil kuat sebagai sosok muda yang berani dan penuh ambisi untuk menjadi seorang Musketeer kerajaan Prancis.

Daffa Utomo sebagai Athos berhasil membawakan karakter yang bijaksana dan tenang, sementara Aji Winata Zulkarnain sebagai Porthos tampil percaya diri dan humoris.

Jayson Fill Thamori sebagai Aramis juga berhasil menghadirkan karakter yang cerdas dan elegan di atas panggung.

Pemeran lain yang turut mencuri perhatian adalah Elsa Safira sebagai Queen Anne yang tampil anggun dan emosional, Ardell Davin Teza sebagai King Louis XIII, serta Jaqson Naharia sebagai Cardinal Richelieu yang berhasil membawakan karakter antagonis penuh ambisi dan manipulatif.

Selain itu, Belinda Aurellia Kirana tampil sebagai Constance Bonacieux, Syihabudin Millah Wadin sebagai Duke of Buckingham, Jemima Mkaburi Vulu sebagai Milady de Winter, Fernando Bagus Sianturi sebagai Tréville, serta Mochamad Naufal Alpharizqy sebagai Officer.

Tidak hanya para pemeran utama, narrator, townspeople, dan seluruh talent lainnya juga turut berkontribusi dalam menghidupkan suasana Kerajaan Prancis sepanjang pertunjukan berlangsung.

baca juga

Acara Teater Berlangsung Ramai

Penonton berdatangan dan memenuhi seisi ruangan, tak hanya dari kalangan mahasiswa President University, melainkan juga umum.

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah kehadiran dari ketiga orang perwakilan dari komunitas Nongki Francophone, yaitu Aggi Sukmawandhani, Kartini Rose atau Madame Cathy, dan Siti Bekti Ambariyah.

Pertunjukan dimulai dengan suasana auditorium langsung berubah hening. Cerita diawali dengan membawa penonton masuk ke suasana politik Prancis 1625 yang penuh intrik, konspirasi, dan perebutan kekuasaan. Dengan pencahayaan redup dan narasi dramatis, karakter Cardinal Richelieu tampil sebagai tokoh antagonis yang manipulatif dan penuh ambisi. 

Adegan duel dan pengorbanan para Musketeers adalah momen yang akan terus diingat dalam menunjukan koreografi pertempuran yang terstruktur dan pantas. Gerakan tarian antara Milady de Winter yang diperankan Jemima Mkamburi Vulu dan Duke of Buckingham yang diperankan Syihabudin Millah Wadin menjadi salah satu adegan paling artistik dan elegan pada malam itu. 

Klimaks pertunjukan ditampilkan pada saat Queen Anne akhirnya memasuki ballroom kerajaan dengan mengenakan kalung berlian yang sebelumnya dicurigai dan digadang-gadang oleh Cardinal hilang.

Seluruh auditorium terdiam ketika Raja Louis mulai menghitung jumlah berlian yang dikenakan sang Ratu dan menemukan bahwa Ratu tidak kehilangan satu buah berlian pun.

Ketegangan berubah menjadi sorakan dan tepuk tangan yang juga diikuti oleh ekspresi kecewa Cardinal yang perlahan menyadari kekalahannya membuat penonton semakin menikmati jalannya cerita.

Selain jalan cerita yang menarik, para panitia juga layak mendapatkan apresiasi dalam mengatur kualitas visual, tata lighting, juga sound system yang jernih. Dengan demikian, penonton dapat menghayati perasaan dari setiap karakter dan suasana yang berusaha dibangun.

Kostum para pemain yang terinspirasi dari era kerajaan Prancis juga berhasil memperkuat nuansa klasik dalam pertunjukan.

Totalitas para pemeran menjadi salah satu faktor terbesar keberhasilan French Theater tahun ini. Di balik penampilan yang memukau di atas panggung, para talent ternyata telah menjalani proses latihan selama berminggu-minggu. Mereka harus membagi waktu antara perkuliahan, tugas akademik, serta latihan intensif yang sering berlangsung hingga malam hari.

Banyak penonton mengaku terkesan dengan kualitas pertunjukan yang ditampilkan mahasiswa Hubungan Internasional malam itu. Beberapa penonton bahkan menyebut bahwa French Theater tahun ini terasa lebih immersive dan emosional dibanding ekspektasi mereka sebelumnya.

baca juga

Capek latihan selama berminggu-minggu rasanya langsung kebayar pas lihat auditorium penuh dan penonton ikut menikmati setiap adegannya,” ujar salah satu pemeran setelah acara selesai.

Sementara itu, salah satu penonton mengaku kagum dengan totalitas para pemain dan suasana pertunjukan yang terasa profesional. Menurutnya, French Theater tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan keberanian mahasiswa dalam menampilkan karya di depan ratusan orang.

Melalui French Theater yang menceritakan sebuah penggalan dari keseluruhan cerita The Three Musketeers karya Alexandre Dumas, mahasiswa tidak hanya mempelajari literatur seni pertunjukan, tetapi juga seni bekerja sama, public speaking, leadership, hingga cultural appreciation.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BZ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.