puisi hari kebangkitan nasional - News | Good News From Indonesia 2026

10 Puisi untuk Memeriahkan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

10 Puisi untuk Memeriahkan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei
images info

10 Puisi untuk Memeriahkan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei


Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei menjadi momen penting untuk mengenang semangat perjuangan dan persatuan bangsa Indonesia. Peringatan ini bukan hanya tentang melihat kembali sejarah, tetapi juga mengingatkan generasi muda untuk terus menjaga semangat bangkit, berkarya, dan membawa perubahan bagi negeri.

Salah satu cara sederhana untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional adalah melalui pembacaan atau penulisan puisi. Dengan rangkaian kata yang menyentuh, puisi dapat menjadi media untuk menyampaikan rasa cinta tanah air, semangat perjuangan, hingga harapan untuk Indonesia di masa depan.

Berikut kumpulan puisi bertema Hari Kebangkitan Nasional yang bisa Kawan bacakan saat upacara, lomba baca puisi, pentas seni, maupun kegiatan sekolah pada 20 Mei 2026.

Kumpulan Puisi untuk Hari Kebangkitan Nasional

Puisi-puisi ini dikutip dari buku kumpulan puisi berjudul Antologi Puisi untuk Anak Negeri dan Antologi Puisi Kemerdekaan.

Sajak Cinta untuk Negeri karya Endah Tri Rachmani 

Negeriku yang Kucinta

Semoga engkau selalu terberkati

Menjadi rumah bagi kami

Anak-anak yang rindu berbakti

Negeriku yang kubanggakan

Semoga namamu akan selalu berjaya

Hidup mulia tiada cela 

Menebar damai di penjuru dunia

Negeriku yang kusayang

Tanah air tempatku berpulang

Tempat berlabuh ribuan harapan

Dermaga cinta berjuta impian

 

Sang Merah Putih karya Endah Tri Rachmani 

Berkibarlah engkau bendera negeriku

Teruslah menghias mega kelabu

Tanamkan keyakinan dalam setiap jiwa

Indonesia jaya bukan isapan jempol belaka

Teruslah berkibar wahai engkau bendera negeriku

Warnai langit biru dengan sucinya warnamu

Gejolakkan semanagt setiap jiwa dengan beranimu

Jadikan terus berkobar semangat untuk maju

Jangan pernah luntur warnamu wahai bendera negeriku

Tetaplah menyala di setiap masa yang silih berganti

Jadilah pegangan bagi setiap anak-anak negeri

Penyemangat jiwa untuk terus melangkah maju

 

Semangat Sang Juara karya Endah Tri Rachmani 

Sesak semakin mendesak

Adrenalin kian meningkat

Darah terasa makin menggelegak

Semangat pun kian menanjak

Kemenangan tujuan utama

Kebanggan turut menyerta

Saat diri tunjukkan aksi

Torehkan prestasi untuk negeri

Keyakinan diri tak ada cela

Tetes keringat bukti yang nyata

Sorak sorai nyaring membahana

Iringi langkah kaki sang juara

 

Merdeka Sejati karya Dina Mariana 

Pemuda pemudi,

Bukan saling berkompetisi mengejar ambisi

Melainkan bersinergi menyelamatkan bangsa Indonesia ini

Dari kemerosotan moral tanpa henti, runtuhnya sikap saling toleransi

Jangan mudah terbawa emosi

Apalagi terhanyut arus teknologi

Mental harus teruji,

Menghadapi masalah mini

Sampai sebesar kobaran api

Jadikan diri contoh pahlawan masa kini

Jiwa raga merdeka membawa misi 

Melakukan perubahan bukan pada diri sendiri

Merangkul lingkungan bersama membenahi

Karena sendiri, tak akan berarti

Mari dirikan merdeka sejati!

Kerahkan kontribusi yang mampu mendamaikan bumi

Gebrakkan langkah mendulang prestasi

Satukan persepsi untuk Indonesia berdikari

baca juga

Barisan Masa Depan karya Acep Suhendar 

Kami sudah siap bergerak

Kami sudah tak sabar untuk menatap langit

Gerakan kami serentak

Untuk segera menemukan berlian yang terkubur

Nyali kami tak bisa diukur oleh apa pun

Ketika bel mulai berbunyi

Kami akan berlari sekencang-kencangnya

Menyongsong masa baru yang akan datang

Beritakan hal ini pada Bung Karno

Beritakan juga hal ini pada Bung Hatta

Bahwa mereka tak pernah sia-sia menciptakan negeri ini

Bahwa mereka telah berhasil memerdekakan bangsa ini

Kami barisan masa depan bergerak tanpa batas

Lampaui batas kemampuan dan bakat kami

Kami nyawa negeri ini

Kami pondasi bangsa ini

Dan kamilah yang menandu ibu bapa

Menuju podium kemenangan sesungguhnya

 

Damailah Indonesiaku karya Endah Tri Rachmani 

Terguncang rasa di dada

Kala gegap gempita itu menyapa

Pertikaian antar kelompok masih saja ada

Melahirkan angkara menelan korban jiwa

Tak lagi elok harmonisasi yang ada

Tercabik-cabik persaudaraan yang mulia

Egoisme masih saja terus meraja

Nasionalisme hilang entah kemana

Ingatlah wahai saudaraku

Di tanah yang sama kita berpijak

Ibu pertiwi yang sama hangat memeluk

Memanggil kita untuk kembali bijak

 

Mari Bersatu karya Endah Tri Rachmani 

Bapak bangsa menangis dalam kuburnya

Melihat polah anak-anak negeri 

Warisan yang mereka titipkan

Dibuatnya sebagai olok-olok belaka

Indonesia Raya seolah hanya tulisan

Gubahan syair lagu tanpa arti

Deretan kata-kata yang tiada bermakna

Tidakkah ada pesan yang bisa kau rasa

Nyawa kami sudah tergadai

Apalagi yang harus kami beri 

Untuk membuat kalian menyadari

Perjuangan kami nyata adanya

 

Mentari Indonesia karya Bunda Azki 

Derap langkah para penjaga paksa

Letupan senjata tanpa aksama

Ribuan nyawa hilang tanpa dosa

Hanya derai air mata yang berkuasa

Ketika doa dan air mata bersama

Penjuru bumi langit berkuasa

Sebilah bambu runcing mencakar angkasa

Kekuatan besar mencabar bumi seisinya

Merdeka, merdeka, merdeka

Peluh dan lara berganti indahnya nirwana

Luka tikam menganga berganti senyuman sukma

Ribuan dera tergantikan secercah sinar khatulistiwa

Kisah romansa akan indah pada waktunya

Bukan karena kamu dan aku saja

Namun korelasi keduanya

Karena kita sama, kita adalah Indonesia

baca juga

Bumi Pertiwi karya Susana Arvinda 

Kata bebas yang sudah terenggut melalui banyak darah dan air mata

Pengorbanan yang belum pasti menjamin hidup kembali itu nyata

Semangat juang mengalahkan suasana yang ada

Yakin bahwa bumi pertiwi akan berdiri di dunia

Indonesiaku, negeri yang banyak julukan

Kemerdekaanku, banyak yang menantikan

Setelah merdeka seluruh rakyat bersorak sorai gembira

Menjajaki kemerdekaan di Tanah Air tercinta 

Merah Putih yang berkibar di sambut angin kencang

Melepaskan dahaga saat mempertahankan Indonesia

Tatapan menuju bendera dengan hormat dan nyanyian yang lantang

Para pejuang membuktikan tiada yang sia-sia

 

Merah Putih di Sanubari karya Siska Dewi Siregar 

Hamparan danau ranau yang luas

Sawah penduduk yang menghijau

Bagaikan permadani di bawah Gunung Seminung

Inilah tempat kami, bagian dari negara kita 

Subur tanahanya, luas pulaunya dan melimpah airnya

Namun, alangkah malang rakyatnya

Sebutan kata sudah merdeka

Tapi banyak jiwa yang terkorbankan

Musibah demi musibah wabah demi wabah silih berganti 

Bangkitlah rakyat Indonesia! Mari mencintai negara ini

Tanamkan merah putih di sanubari

Tumbuhkan kesadaran 

Buktikan perkataan dan perbuatan

Demi tanah air Indonesia

Merdeka!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.