dorong sekolah jadi ruang belajar ekonomi sirkular melalui igpa 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

Dorong Sekolah Jadi Ruang Belajar Ekonomi Sirkular, Melalui IGPA 2026

Dorong Sekolah Jadi Ruang Belajar Ekonomi Sirkular, Melalui IGPA 2026
images info

Dorong Sekolah Jadi Ruang Belajar Ekonomi Sirkular, Melalui IGPA 2026


Program Indonesia Green Principal Award (IGPA) 2026 kembali digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 7–9 Mei 2026. Program yang diselenggarakan oleh JBI Education Consulting bersama Pusat Studi Perdagangan Dunia UGM ini merupakan lokakarya dan penghargaan nasional bagi kepala sekolah serta tenaga pendidik untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pendidikan. Sejak pertama kali berlangsung pada 2022, IGPA telah melibatkan ratusan sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada IGPA Batch 8, sebanyak 15 pendidik dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Lampung, dan Riau mengikuti rangkaian lokakarya, studi lapangan, hingga penyusunan rencana transformasi sekolah berbasis ekonomi sirkular.

Gerakan Pendidikan Lingkungan Mulai dari Usia Dini

Pelaksanaan IGPA Batch 8 2026 di Yogyakarta | Foto: IGPA/Kinta Erstuputri
info gambar

Pelaksanaan IGPA Batch 8 2026 di Yogyakarta | Foto: IGPA/Kinta Erstuputri


Salah satu sorotan dalam pelaksanaan IGPA tahun ini adalah pentingnya pengenalan ekonomi sirkular sejak usia dini. Felucia Hendriette Elizabeth, Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Jenjang PAUD BPK PENABUR Jakarta, membagikan pengalaman ketika seorang murid PAUD mengingatkan orang tuanya agar tidak membuang sampah sembarangan dari mobil.

“Anak-anak justru bisa mengingatkan yang dewasa. Jadi hal-hal kecil dalam pembiasaan sehari-hari anak itu sudah ditanamkan sejak dini dan dampaknya melampaui tembok sekolah,” ujarnya.

Menurut Lucy, sapaan akrabnya, pendidikan ekonomi sirkular di PAUD tidak harus dilakukan melalui konsep yang rumit. Di sekolahnya, anak-anak mulai diajak memilah sampah, menghemat air, hingga membuat kerajinan dari barang bekas sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Pandangan serupa disampaikan Dr. Junita Widiati Arfani, salah satu pendiri IGPA sekaligus Direktur JBI Education Consulting. Ia menilai pendidikan ekonomi sirkular seharusnya mulai diperkenalkan sejak jenjang pendidikan dasar, bukan hanya di SMA atau perguruan tinggi.

“PAUD dan jenjang pendidikan dasar justru yang paling utama, karena usia dini adalah golden age untuk mengubah paradigma. Teach student, teach parent. Ketika kita mengajari seorang anak, kita juga mengajari orang tuanya,” kata Junita.

Hal tersebut menjadi relevan karena Peta Jalan dan Rencana Aksi Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045 yang dirilis Kementerian PPN/Bappenas pada 2024 lebih banyak menyoroti integrasi ekonomi sirkular di jenjang SMA dan perguruan tinggi.

Melihat Bagaimana Implementasi Sekolah Sirkular

Kunjungan ke Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU) UGM sebagai rangkaian IGPA 2026 di Yogyakarta | Foto: IGPA/Kinta Erstuputri
info gambar

Kunjungan ke Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU) UGM sebagai rangkaian IGPA 2026 di Yogyakarta | Foto: IGPA/Kinta Erstuputri


Selain membahas pendidikan usia dini, IGPA Batch 8 juga menghasilkan sejumlah rencana implementasi di sekolah peserta. Kepala SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, misalnya, berencana mengembangkan produksi eco-enzyme dan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun yang diintegrasikan dengan pembelajaran sains.

“Saya akan memulai dengan program sirkular yang bisa dikaitkan dengan pembelajaran dan memiliki scientific sound,” ujarnya.

Selain lokakarya, IGPA Batch 8 turut memberikan penghargaan kepada sejumlah peserta atas rencana transformasi sekolah yang mereka susun, mulai dari inovasi sekolah sirkular, pengelolaan sampah, pengembangan kurikulum, hingga keterlibatan komunitas.

Program ini juga menjadi bagian dari riset kolaboratif antara UGM dan University College London (UCL) terkait pengembangan pendidikan ekonomi sirkular di sekolah. Penelitian tersebut mencakup asesmen kebutuhan sekolah, pengembangan bahan ajar, hingga diseminasi melalui lokakarya internasional dan webinar kawasan Asia Tenggara.

(Artikel ini turut disusun oleh Kinta Erstuputri Herawan dari IGPA)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Pierre Rainer lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Pierre Rainer.

PR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.