dari parfum sampai sabun jelantah bali kian mewangi bikin produk olahan minyak atsiri sendiri - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Parfum Sampai Sabun Jelantah, Bali Kian Mewangi Bikin Produk Olahan Minyak Atsiri Sendiri

Dari Parfum Sampai Sabun Jelantah, Bali Kian Mewangi Bikin Produk Olahan Minyak Atsiri Sendiri
images info

Dari Parfum Sampai Sabun Jelantah, Bali Kian Mewangi Bikin Produk Olahan Minyak Atsiri Sendiri


 

Indonesia sebenarnya punya modal besar dalam industri aroma dan kesehatan karena kekayaan biodiversitas yang luar biasa.

Sayangnya, selama ini kita sering kali merasa cukup hanya dengan mengekspor minyak atsiri dalam bentuk mentah. Padahal, jika diolah sedikit saja menjadi parfum, aromaterapi, atau produk spa, nilai ekonominya bisa melonjak berkali-kali lipat.

Upaya ini bertujuan untuk mengubah pola pikir tersebut melalui pengembangan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Bali. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa Bali adalah lokasi yang paling pas karena industri pariwisata, spa, dan wellness di sana sudah sangat matang.

Tren gaya hidup sehat yang sedang menjamur membuat kebutuhan akan produk perawatan tubuh berbahan alami menjadi peluang bisnis yang sangat “wangi”.

Pengembangan pusat inovasi ini dilakukan agar minyak atsiri nasional memiliki ekosistem hilir yang kuat.

Jadi, alih-alih hanya menjadi penonton saat negara lain mengolah bahan mentah kita menjadi parfum mahal, sekarang Indonesia mencoba meracik keberuntungannya sendiri melalui fasilitas pelatihan dan inkubasi bisnis di Pulau Dewata.

 

PFF Bali: Tempat Belajar Jadi Peracik Wangi Profesional

PFF Bali bukan cuma gedung tanpa aktivitas. Fasilitas ini didesain sebagai wadah peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang flavor dan fragrance.

Salah satu program yang menarik adalah pelatihan sertifikasi peracikan minyak spa untuk pekerja migran Indonesia yang akan ditempatkan di luar negeri, seperti ke Maldives. Keahlian mengolah minyak atsiri memang sudah menjadi standar kompetensi internasional.

Sepanjang tahun 2026, jadwal pelatihan di PFF Bali juga terlihat sangat padat. Mulai dari pelatihan peracikan parfum yang direncanakan pada akhir Mei, pembuatan sabun dan lilin aromaterapi di bulan Juni, hingga pembuatan dupa aromaterapi pada Agustus nanti.

Bahkan, ada riset unik yang mengolah minyak jelantah menjadi sabun berkualitas hasil kerja sama dengan akademisi Universitas Udayana.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, berharap fasilitas ini mampu melahirkan produk-produk inovatif yang punya daya saing tinggi.

Sehingga, kita bisa menciptakan produk yang tidak hanya laku di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global dengan standar kualitas yang akuntabel.

 

Mau Kuasai Pasar Wellness Global?

Membangun industri wewangian dan kesehatan tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. Perlu ada kolaborasi antara pelaku usaha, asosiasi, dan akademisi agar rantai nilai industri ini tetap berkelanjutan dari hulu ke hilir.

Indonesia punya potensi untuk menjadi salah satu pusat pengembangan produk wellness berbasis bahan alam di tingkat dunia kalau hilirisasinya dikerjakan secara serius.

Harapannya, keberadaan PFF Bali tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar, tetapi juga bagi industri ekonomi kreatif dan UMKM di Bali.

Dengan adanya akses terhadap teknologi peracikan dan inovasi produk, pengusaha lokal bisa mulai memproduksi parfum atau minyak spa dengan branding yang kuat tanpa harus bingung mencari tempat pelatihan yang mumpuni.

Kita punya bahannya, kita punya pasarnya, sekarang kita juga sedang membangun keahliannya. Jika ekosistem ini berjalan lancar, aroma minyak atsiri Indonesia tidak lagi hanya tercium di pelabuhan ekspor sebagai bahan mentah, tetapi juga di rak-rak toko kosmetik dan spa mewah di seluruh dunia.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.