Pulau Oar adalah pulau tak berpenghuni yang terletak di kawasan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon, secara administratif masuk wilayah Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Ukurannya kecil, kurang lebih seluas lapangan sepakbola. Tidak ada permukiman, tidak ada warung, tidak ada jalan aspal. Yang ada hanya pasir putih halus, pepohonan rindang, dan gradasi warna laut dari biru tua ke hijau tosca yang bening.
Pulau Oar berada di sisi barat Taman Nasional Ujung Kulon, berdekatan dengan Pulau Umang dan Pulau Pecang.
Kawasan ini sendiri sudah ditetapkan sebagai Natural World Heritage Sites UNESCO sejak 1992, dan kini juga masuk dalam kawasan Geopark Nasional Ujung Kulon yang tengah diusulkan menjadi UNESCO Global Geopark.
Itu artinya, Pulau Oar menjadi bagian dari ekosistem dengan warisan geologi dan keanekaragaman hayati yang diakui secara internasional.
Sekilas Mengenai Pulau Oar
Pulau Oar terbentuk dari proses geologi ribuan tahun yang berkaitan dengan aktivitas tektonik dan vulkanik di kawasan Selat Sunda.
Kedekatannya dengan Taman Nasional Ujung Kulon menjadikan perairan di sekitarnya masih terjaga dengan baik dengan terumbu karang yang relatif sehat dan air yang jernih hingga ke dasar.
Meski kecil, pulau ini sempat mengalami dampak dari tsunami Selat Sunda pada Desember 2018.
asca bencana itu, beberapa komunitas wisata lokal menginisiasi program pemulihan ekosistem di Pulau Oar, termasuk transplantasi terumbu karang dan penanaman pohon yang bisa diikuti oleh wisatawan sebagai bagian dari paket kunjungan.
Kondisi pulau kini sudah pulih dengan baik. Pasirnya bersih, air lautnya jernih, dan pepohonan yang rindang kembali memberikan keteduhan.
Daya Tarik Utama Pulau Oar
Hal pertama yang langsung terasa saat perahu merapat adalah kejernihan air di sekitar dermaga.
Ombak di Pulau Oar relatif kecil, sehingga lautnya aman untuk berenang dan snorkeling, termasuk untuk anak-anak yang bermain di tepian. Pantainya juga bersih dari batu karang di area pinggiran.
Snorkeling menjadi aktivitas utama yang dicari pengunjung. Di titik-titik snorkeling di sekitar pulau, Kawan bisa menemukan hamparan terumbu karang, ikan warna-warni, kuda laut, dan bintang laut.
Alat snorkeling bisa disewa di lokasi jika tidak membawa sendiri. Namun perlu diingat, tetap berhati-hati untuk tidak menyentuh atau merusak terumbu karang saat beraktivitas di dalam air.
Bagi yang ingin bersantai di darat, tersedia gazebo yang bisa disewa, serta banyak titik teduh di bawah pepohonan sepanjang garis pantai.
Berkeliling pulau dengan berjalan kaki hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit, dan di setiap sudut ada perspektif visual yang berbeda antara laut terbuka, pepohonan hijau, dan pasir putih halus.
Wahana banana boat juga kadang ditawarkan oleh nelayan atau warga setempat bagi yang ingin aktivitas lebih memacu adrenalin.
Untuk yang berencana menginap, camping di tepi pantai Pulau Oar adalah pilihan yang cukup banyak diminati, terutama untuk menikmati langit malam tanpa polusi cahaya kota dan menyambut pagi hari di pulau yang tenang.
Akses Menuju Pulau Oar
Dari Jakarta, perjalanan darat menuju Desa Sumur ditempuh melalui Tol Jakarta-Merak ke Serang, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Desa Sumur selama sekitar 5 jam, sehingga total waktu perjalanan dari Jakarta sekitar 6 hingga 7 jam.
Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, bus Damri melayani rute dari Pandeglang via Labuan melewati Panimbang, Tanjung Lesung, dan Sumur dengan jadwal keberangkatan pukul 07.30 dan 11.00, sementara jadwal pulang pukul 11.00 dan 13.00. Ongkosnya Rp50.000 per orang sekali jalan.
Sesampainya di Pelabuhan Sumur, perjalanan ke Pulau Oar dilanjutkan dengan menyewa kapal atau perahu yang tersedia di dermaga. Waktu penyeberangan hanya sekitar 15 hingga 20 menit
Harga sewa kapal bisa dinegosiasikan dengan pemilik kapal dan biasanya menyesuaikan kapasitas, dengan satu perahu yang bisa menampung hingga 10 orang.
Satu hal penting, jika cuaca buruk atau ombak tinggi, penyeberangan bisa dibatalkan. Keputusan nelayan setempat sebaiknya selalu diikuti.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Pulau Oar dapat dikunjungi setiap hari, namun penyeberangan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan kapal. Pengunjung biasanya dijemput kembali ke daratan sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIB.
Biaya masuk ke Pulau Oar dikenakan Rp10.000 per orang, dengan tambahan Rp50.000 jika berencana berkemah menggunakan tenda sendiri.
Sewa alat snorkeling tersedia di lokasi dengan harga sekitar Rp35.000 per orang. Jika Kawan membawa rombongan dan menyewa kapal secara mandiri, biaya charter kapal juga bisa jadi opsi.
Ayo Berkunjung ke Pulau Oar!
Pulau Oar cocok untuk Kawan GNFI yang ingin merasakan suasana pulau tak berpenghuni tanpa harus terbang jauh atau keluar biaya besar.
Persiapkan bekal makanan dan minuman sendiri karena tidak ada warung di pulau, cek kondisi cuaca sebelum berangkat, dan pertimbangkan untuk menginap agar bisa menikmati pulau ini dalam kondisi paling tenang.
Selamat menjelajah Pulau Oar!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


