taman nasional kutai rumah orangutan morio dan hutan ulin terbesar di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Taman Nasional Kutai, Rumah Orangutan Morio dan Hutan Ulin Terbesar di Indonesia

Taman Nasional Kutai, Rumah Orangutan Morio dan Hutan Ulin Terbesar di Indonesia
images info

Taman Nasional Kutai, Rumah Orangutan Morio dan Hutan Ulin Terbesar di Indonesia


 

Tidak banyak taman nasional di Indonesia yang direkomendasikan langsung oleh Lonely Planet sebagai destinasi wajib kunjung. Taman Nasional Kutai (TNK) adalah salah satunya.

Berlokasi di Provinsi Kalimantan Timur, taman nasional seluas 192.596 hektar ini merupakan satu-satunya taman nasional di Kaltim, sekaligus salah satu representasi hutan hujan tropis dataran rendah Kalimantan yang masih tersisa.

Di dalamnya, pengunjung bisa menemukan habitat asli orangutan morio, menyusuri jalur hutan di antara pohon-pohon raksasa, hingga menikmati suasana mangrove di tepi laut Bontang, semuanya dalam satu kawasan konservasi yang sama.

Secara administratif, TNK mencakup wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang. Jalan raya yang menghubungkan Bontang dan Sangatta melintas membelah kawasan ini, sehingga beberapa titik wisata bisa dijangkau langsung dari jalan utama.

Dua kawasan wisata utamanya, Sangkima dan Prevab, masing-masing punya karakter yang berbeda dan sama-sama layak masuk dalam itinerary Kawan GNFI yang ingin menjelajah alam Borneo.

Yang membuat TNK berbeda dari taman nasional lain di Indonesia adalah kekayaan hayatinya yang sangat spesifik terhadap ekosistem Kalimantan.

Di Sangkima, berdiri pohon ulin setinggi 20 meter dengan diameter 2,47 meter yang diperkirakan berusia 1.000 tahun, menjadikannya pohon ulin terbesar di Indonesia sekaligus di dunia. Sementara di Prevab, orangutan liar bisa dijumpai langsung di habitatnya, bukan di balik kandang.

 

Sekilas Mengenai Taman Nasional Kutai

Sejarah kawasan ini panjang dan tidak sederhana. Awalnya, wilayah ini ditetapkan sebagai Hutan Persediaan seluas 2 juta hektar berdasarkan keputusan Pemerintah Belanda pada 1934, lalu beralih status menjadi Suaka Margasatwa Kutai pada 1936 dengan luas 306.000 hektar.

Dalam kurun waktu hampir tujuh dekade sejak 1934 hingga 2001, kawasan ini terus mengalami penyusutan luas akibat berbagai kepentingan, mulai dari ekspansi permukiman, aktivitas pertambangan, hingga kebakaran hutan besar yang terjadi pada 1983 dan 1997-1998. Pada 2014, Menteri Kehutanan menetapkan luas resmi TNK menjadi 192.596,23 hektar yang dikelola langsung oleh Balai Taman Nasional Kutai.

Meski penyusutan luas itu menjadi catatan tersendiri, apa yang tersisa tetap luar biasa. TNK merupakan kawasan hutan hujan Dipterocarpaceae dataran rendah yang memiliki beragam potensi flora dengan jumlah mencapai 958 jenis, termasuk 8 dari 10 genus dalam famili Dipterocarpaceae di dunia.

Kawasan ini juga menyimpan tumbuhan endemik Kalimantan seperti pasak bumi, berbagai jenis anggrek hutan, kantong semar, dan gaharu yang sebagian besar masuk dalam daftar perlindungan CITES.

 

Daya Tarik Utama Taman Nasional Kutai

TNK memiliki tiga kawasan wisata utama yang masing-masing bisa memberikan pengalaman yang berbeda bagi Kawan.

Sangkima adalah titik masuk yang paling mudah dijangkau. Berlokasi di kilometer 38 jalan poros Bontang-Sangatta, kawasan ini bisa diakses langsung dengan kendaraan darat. Di sini terdapat canopy trail, jembatan gantung dari kayu ulin, dan rumah pohon yang menjadi daya tarik tersendiri.

Pohon ulin raksasa berusia seribu tahun yang menjadi ikon kawasan ini benar-benar harus dilihat langsung untuk merasakan skala kebesarannya. Pengunjung juga disarankan untuk tidak membuat kebisingan agar tidak mengganggu satwa liar yang aktif di sekitar area ini.

Prevab menawarkan pengalaman yang lebih dalam dan terbatas. Terletak di tepi Sungai Sangatta, kawasan ini merupakan stasiun penelitian orangutan morio dengan slogan "Let's get closer to morio".

 Selain mengamati orangutan di habitat aslinya, pengunjung dapat menikmati wisata malam yang menghadirkan pengalaman unik melihat aktivitas tarantula dan kehidupan malam hutan. Akses ke Prevab harus menggunakan perahu menyusuri Sungai Sangatta, dan kunjungannya bersifat terbatas karena kawasan ini merupakan zona konservasi aktif.

Bontang Mangrove Park hadir dengan nuansa yang berbeda dari dua kawasan sebelumnya. Jalur kayu ulin sepanjang 2,5 km memungkinkan pengunjung menikmati vegetasi mangrove yang beragam, ditemani kicauan burung remetuk laut, cekakak sungai, dan bangau tongtong. Menara pandang setinggi 20 meter di kawasan ini menawarkan pemandangan hamparan mangrove dan laut Bontang sekaligus.

Selain tiga kawasan utama itu, TNK juga memiliki Gua Lubang Angin yang bisa dijangkau dengan trekking sekitar empat jam dari Jalan Poros Bontang-Sangatta di musim hujan, atau dengan motor di musim kemarau. Di dalamnya terdapat stalagmit besar yang masih aktif terbentuk dengan sirkulasi udara yang baik dari banyak lubang muara.

 

Akses Menuju Taman Nasional Kutai

Dari Balikpapan, perjalanan menuju kawasan TNK membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam ke Samarinda, kemudian dilanjutkan sekitar tiga jam ke Bontang

Dari Samarinda, tersedia bus reguler dengan rute Samarinda-Bontang-Sangatta yang bisa mengantarkan langsung ke kawasan wisata Sangkima. Untuk Prevab, dari Sangatta perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu motor menyusuri Sungai Sangatta selama sekitar satu jam, atau dari Dermaga Papa Charlie di Desa Swarga Bara selama sekitar 20 menit.

Sebelum memasuki kawasan TNK, pengunjung wajib melapor terlebih dahulu ke Kantor Balai TNK di Jalan Awang Long, Pos I, Bontang, atau ke Divisi Pengelolaan Taman Nasional Sangatta di Jalan Dr. Sutomo No. S-27, Swarga Bara, Sangatta, untuk mendapatkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Proses ini perlu diperhitungkan dalam jadwal kunjungan, terutama bagi yang datang dari luar kota.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

TNK dapat dikunjungi setiap hari. Kawasan Sangkima yang berbasis darat umumnya dapat diakses mulai pagi hingga sore hari, sementara Prevab memerlukan koordinasi lebih awal karena akses perahu dan kapasitas kunjungannya terbatas.

Tarif terbaru TNK berlaku sejak 30 Oktober 2024 berdasarkan PP No. 36 Tahun 2024. Untuk kawasan Prevab dan Bontang Mangrove Park yang masuk tarif kelas 2, tiket masuk WNI dikenakan Rp10.000 per orang di hari kerja dan Rp15.000 di hari libur, dengan minimal kunjungan lima orang.

Untuk kawasan Sangkima yang masuk tarif kelas 3, harga tiket WNI adalah Rp5.000 per orang di hari kerja dan Rp7.500 di hari libur. Wisatawan mancanegara dikenakan tarif yang lebih tinggi.

Biaya penyeberangan menggunakan perahu menuju Prevab berkisar Rp400.000 per perahu dengan kapasitas hingga 10 orang. Biaya penginapan di kawasan Prevab sekitar Rp350.000 per malam, dan jasa porter tersedia dengan tarif sekitar Rp200.000. Informasi reservasi dan pemandu bisa diperoleh melalui Kantor TNK Bontang di nomor +62 821-5707-4440.

 

Ayo Berkunjung ke Taman Nasional Kutai!

Kalau Kawan GNFI sedang merencanakan perjalanan ke Kalimantan Timur, meluangkan waktu untuk mampir ke TNK adalah langkah yang tidak akan disesali

Pastikan mengurus SIMAKSI sebelum berangkat, koordinasikan jadwal perahu untuk Prevab jauh-jauh hari, dan bawa perlengkapan yang memadai untuk perjalanan hutan.

Satu hal yang tidak perlu dikhawatirkan ketika sampai, pemandangan dan pengalaman yang menanti di dalamnya sudah cukup berbicara sendiri.

Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke TN Kutai?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.