Provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi yang sangat besar di sektor perikanan dengan tingginya angka produksi harian serta tumbuhnya berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pangan olahan hasil laut.
Namun, kekayaan sumber daya alam yang melimpah tersebut belum sepenuhnya optimal karena para pelaku usaha di tingkat hilir masih menghadapi sejumlah hambatan.
Peneliti BRIN, Yuli Sulastri, menyampaikan bahwa potensi besar perikanan Sulawesi Selatan sering kali terbentur masalah di tingkat UMKM seperti strategi pencitraan merek (branding), pengemasan (packaging), keterbatasan akses pasar, hingga sulitnya mendapatkan modal usaha.
Kondisi ini membuat sebagian besar hasil perikanan daerah masih dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa adanya nilai tambah yang signifikan.
Menyadari potensi besar yang dimiliki wilayah ini, BRIN mendorong pembentukan Rumah Inovasi Daerah (RID). Wadah terintegrasi tersebut diharapkan mampu mengawal proses pengolahan hasil laut dari hulu hingga ke tangan konsumen.
Tanpa adanya regulasi yang mendukung, hasil perikanan di Sulawesi Selatan akan terus dijual dalam bentuk bahan mentah. Oleh karena itu, BRIN mendorong adanya rumah inovasi sebagai tempat untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar mereka.
Rumah Inovasi Daerah dibuat sebagai tempat untuk mengelola kapasitas UMKM dari tahap pengolahan hingga penjualan. Tempat ini berfungsi sebagai penghubung antara pemilik ide dan pengusaha lokal untuk membuat produk baru. Selain itu, fasilitas ini juga menjadi tempat pameran agar produk olahan ikan Sulawesi Selatan bisa dilihat oleh investor dan pembeli besar.
Fasilitas ini juga menyediakan layanan satu pintu untuk kebutuhan masyarakat daerah, seperti perbaikan standar mutu dan pengurusan izin inovasi. Dengan begitu, UMKM lokal diharapkan bisa mengubah cara bisnis mereka agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun global tanpa bergantung pada pola penjualan lama.
Upaya yang disusun melalui Rumah Inovasi juga bertujuan mempercepat swasembada protein di Sulawesi Selatan agar setiap hasil laut yang diolah memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat sebelum didistribusikan ke luar daerah.
Pemerintah juga menyediakan peluang pendanaan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Startup yang dibuka pada tahun 2026.
Program ini ditujukan untuk menjaring wirausahawan daerah yang ingin mengembangkan produk berdasarkan hasil riset. Melalui skema ini, UMKM perikanan di Sulawesi Selatan bisa meningkatkan kemampuan manajemen dan kualitas produknya.
Dukungan yang diberikan meliputi pendampingan bisnis agar produk yang dibuat bisa terus dijual secara berkelanjutan.
BRIN bersama Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan juga melakukan verifikasi data lapangan untuk merancang rekomendasi kebijakan dengan melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pelaku usaha, hingga mitra industri untuk merumuskan regulasi yang mampu melindungi dan mengembangkan potensi besar perikanan di wilayah tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


