menjelajahi rasa di tanah jawara kuliner tradisional khas banten yang wajib dicoba - News | Good News From Indonesia 2026

Menjelajahi Rasa di Tanah Jawara: Kuliner Tradisional Khas Banten yang Wajib Dicoba!

Menjelajahi Rasa di Tanah Jawara: Kuliner Tradisional Khas Banten yang Wajib Dicoba!
images info

Menjelajahi Rasa di Tanah Jawara: Kuliner Tradisional Khas Banten yang Wajib Dicoba!


Kawan GNFI, Provinsi Banten tidak hanya tersohor ksrena sejarah kesultanannya yang megah atau keindahan wisata baharinya yang memikat. Lebih dari itu, Banten menimpan harta karun berupa kekayaan kuliner tradisional yang sarat akan makna budaya dan filosofi.

Menjelajahi Banten terasa kurang lengkap tanpa mencicipi hidangan otentik yang telah diwariskan secara turun-menurun oleh masyarakatnya sebagai identitas diri. Kekayaan rempah dan kreativitas dalam mengolah hasil alam menjadi kuliner Banten memiliki karakteristik rasa yang kuat dan unik.

Berikut adalah daftar kuliner tradisional khas banten yang wajib dalam daftar buruan kuliner Kawan:

Rabeg: Hidangan Legendaris dari Meja Sultan

Rabeg adalah primadona kuliner Banten yang memiliki sejarah unik. Konon, hidangan ini terinspirasi dari masakan khas kota Rabigh di Arab Saudi yang sangat disukai oleh Sultan Maulana Hasanuddin saat menunaikan ibadah haji.

Rabeg merupakan olahan daging dan jeroan kambing atau sapi yang dimasak rempah-rempah melimpah. Perpaduan rasa manis dari kecap serta sensasi hangat dari jahe, kayu manis, dan lada membuat Rabeg terletak pada aromanya yang tajam namun memberikan kehangatan bagi siapa pun yang menikmatinya, mencermikan akulturasi budaya Timur Tengah dengan lidah lokal.

baca juga

Sate Bandeng: Inovasi Cerdas Tanpa Duri

Berbeda dengan sate pada umumnya, Sate Bandeng adalah bukti nyata kreativitas masyarakat banten dalam mengolah potensi laut. Ikan bandeng dikenal memiliki banyak duri halus yang seringkali menyulitkan penikmatnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, terciptalah inovasi unik: daging bandeng dikeluarkan dan dipisahkan dari durinya, lalu dihaluskan dibumbui dengan santan dan rempah, kemudian dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan sebelum dibakar.

Hasilnya adalah tekstur sate yang lembut, gurih, dan tentu saja aman dikomsumsi tanpa khawatir tertusuk duri. Hidangan ini merupakan mahakarya kuliner yang kini menjadi oleh-oleh paling populer dari wilayah Serang.

Nasi Sumsum: Gurih yang Meleleh si di Lidah

Nasi Sumsum adalah kuliner khas Serang yang menawarkan sensasi rasa yang tak terlupakan. Nasi dicampur dengan bumbu rempah dan sumsum tulang sapi yang kaya lemak gurih. Saat proses pembakaran di atas arang, sumsum akan meleleh dan meresap sempurna ke dalam setiap butiran nasi, meniptakan aroma harum yang menggoda selera.

Teksturnya yang creamy dari sumsum bertemu dengan aroma smoky dari daun pisang yang terbakar menjadikan hidangan ini sangat istimewa, terutama jika dinikmati selagi hangat sebagai menu sarapan atau makan malam.

Pecak Bandeng: Kesegaran Pedas Menggugah Selera

Bagi pecinta rasa pedas, Pecak Bandeng adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan, Ikan bandeng yang baru selesai dibakar atau digoreng segera disiram dengan kuah pecak yang segar dan bertekstur kasar. Kuah ini terbuat dari campuran cabar rawit, bawang merah, jahe, dan perasan jeruk nipis yang segar.

Rasa asam, pedas, dan sedikit getir dari jahe berpadu sempurnak dengan kemanisan alami dari daging ikan bandeng segar. Hidangan ini mencermikan karakter masyarakat pesisir Banten yang menyukai cita rasa tajam dan menyegarkan, sangat cocok dinikmati sebagai menu makan siang di pinggir sawah.

baca juga

Angeun Lada: Kehangatan Sayur Pedas Khas Pandeglang

Berasal dari wilayah Pandeglang dan Lebak, Angeun Lada atau secara harfiah berarti "Sayur Pedas" adalah hidangan berkuah yang biasanya menggunakan jeroan sapi atau kerbau sebagai bahan utama. Ciri khas yang tak tergantikan adalah penggunaan daun walang yang memberikan aroma unik dan sangat kuat-aroma yang menyerupai serangga walang sangit, tapi justru menjadi kunci kelezatannya.

Kuah merahnya yang kaya rempah tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan efek hangat di tubuh, menjadikannya masakan kebanggaan masyarakat Banten Selatan yang sering disajikan dalam acara adat maupun kumpul keluarga besar.

Melestarikan kuliner tradisional adalah cara menjaga identitas bangsa di tengah tren modern. Hidangan khas Banten bertahan berkat kualitas rasa dan nilai sejarahnya. Dengan mencicipi dan membagikan kisah ini, kita mendukung UMKM lokal menjaga warisan leluhur agar tetap lestari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

HA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.