Masyarakat Baduy merupakan suatu kelompok adat yang unik dan memiliki gaya hidup yang menarik. Mereka tidak terpengaruh oleh hiruk-pikuk teknologi. Bahkan, beberapa keunikan masyarakat Baduy bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Apa saja keistimewaan mereka? Berikut empat hal masyarakat Baduy yang tidak kita miliki.
1. Fisik yang Sehat dan Kuat
Ada yang pernah pergi ke Baduy dan dipandu sama orang asli Baduy? Kalau kita perhatikan, masyarakat Baduy terbilang sangat sehat. Ketika menelusuri jalur kaki pegunungan menuju tempat tinggal masyarakat Baduy, mereka terlihat biasa saja, bahkan tidak lelah. Mereka terbiasa untuk berjalan kaki puluhan kilometer dengan beragam medannya.
Aktivitas-aktivitas inilah yang membuat masyarakat Baduy memiliki fisik dan stamina yang kuat. Mereka terbiasa beraktivitas dengan menggunakan moda transportasi paling sederhana, yaitu kaki. Dikutip dari Mayo Clinic, berjalan rutin membawa banyak manfaat, di antaranya dapat membuat badan lebih sehat, jantung lebih bugar, serta memperkuat tulang dan otot. Karena itulah, wajar apabila fisik dan stamina masyarakat Baduy sangat baik.
2. Hidup Menyatu dengan Alam
Keunikan lainnya adalah bahwa masyarakat Baduy, terutama Baduy dalam, masih hidup menyatu dengan alam dan memegang teguh tradisi. Contoh nyatanya adalah dari bangunan rumahnya yang tidak merusak kontur alam. Bangunannya pun hanya menggunakan kayu dan bambu, serta menggunakan batu alam sebagai fondasi dasarnya.
Selain itu, masyarakat Baduy juga memenuhi kebutuhan pangannya dengan mengandalkan lingkungan sekitarnya. Makanan diambil dari hutan tanpa merusak ekosistem. Mereka tahu persis kapan harus menanam, kapan harus memanen, dan kapan harus membiarkan tanah beristirahat. Prinsip "Gugung teu meunang dilebur, Lebak teu meunang dirusak" (Gunung tak boleh dilebur, Lembah tak boleh dirusak) mengajarkan keseimbangan dengan alam. Tak ayal, kalau bisa swasembada pangan, masyarakat Baduy-lah jagonya.
3. Kesenian yang Indah
Meskipun hidup sederhana dan menyatu dengan alam, masyarakat Baduy juga mengembangkan seni yang sangat indah. Salah satunya adalah alat musik tradisional mereka, Angklung Buhun. Angklung Buhun muncul hampir bersamaan dengan terbentuknya masyarakat Baduy. Angklung Buhun juga merupakan salah satu pusaka masyarakat Baduy, dan sudah jarang ada kelompok kesenian yang menampilkan Angklung Buhun dalam penampilannya. Kesenian Angklung Buhun memiliki ciri khas dengan nada yang harmonis dan lirik serta lagu yang sederhana.
Masyarakat Baduy memiliki kesenian yang bernama Dogdog Lojor. Dogdog Lojor adalah kesenian tradisional masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten yang masih terus dilestarikan hingga sekarang. Nama ini berasal dari bunyi alat musik “dogdog” dan kata “lojor” yang berarti panjang, merujuk pada ukuran alat musik sekitar 50–60 cm.
4. Terbiasa Hidup Tanpa Sinyal
Keunikan terakhir sebenarnya yang paling mencolok, yaitu Masyarakat Baduy terbiasa hidup tanpa listrik. Saat penulis ke Baduy Luar, tidak ada sinyal sama sekali, sehingga menyulitkan penulis berkomunikasi. Selain itu, di malam hari, lingkungan tampak sangat gelap, sehingga butuh penerangan dari handphone atau lampu minyak dari minyak kelapa atau suluh bambu agar jalan setapak terlihat.
Namun begitu, di sinilah keunikan masyarakat Baduy. Mereka tetap dapat hidup tanpa adanya televisi. Meskipun beberapa anak mudanya sudah memiliki gadget, ketiadaan sinyal membuat mereka harus berjalan ke terminal supaya dapat berkomunikasi dengan dunia luar. Terlepas dari kondisi itu, masyarakat Baduy tidak tergesa-gesa dan cemas kalau tidak ada sinyal. Justru, masyarakat Baduy membuktikan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu butuh listrik dan internet.
Pelajaran Berharga dari Masyarakat Baduy
Kawan GNFI, empat keunikan masyarakat Baduy adalah cerminan gaya hidup dan kearifan lokal yang mulai langka. Meski kita tak perlu hidup seperti mereka, ada banyak pelajaran berharga: menjaga kesehatan alami, peduli lingkungan, menghargai karya tangan, dan mengurangi ketergantungan pada teknologi. Siapa tahu, dengan menerapkan sebagian nilai mereka, hidup kita jadi lebih bermakna.
Melihat uniknya masyarakat Baduy, apa ada yang tertarik mengunjungi (kembali) Baduy dan belajar langsung dari mereka?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


