Sejarah Hari Buruh Internasional atau May Day merupakan narasi panjang mengenai perjuangan kelas pekerja dalam menuntut keadilan sosial dan kondisi kerja yang manusiawi di tengah derasnya arus Revolusi Industri. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pengorbanan para martir yang memperjuangkan standar kerja delapan jam sehari yang kita nikmati saat ini.
Hari Buruh Internasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan May Day telah menjadi simbol solidaritas global para pekerja. Di Indonesia, peringatan ini sempat mengalami pasang surut regulasi sebelum akhirnya ditetapkan kembali sebagai hari libur nasional.
Bagi Kawan GNFI, memahami akar sejarah peringatan Hari Buruh, simak informasinya berikut ini.
Sejarah Hari Buruh 1 Mei
Mengacu dari laman resmi Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB), penetapan 1 Mei sebagai Hari Buruh berakar dari Kongres Internasional Pertama di Paris pada tahun 1889. Pertemuan ini bertujuan untuk memperingati peristiwa kerusuhan Haymarket di Chicago yang terjadi tiga tahun sebelumnya. Kala itu, ribuan buruh melakukan aksi protes besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja dari 10-16 jam menjadi 8 jam sehari.
Dikutip dari analisis yang dipublikasikan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA), perjuangan ini memiliki kaitan erat dengan analisis upah riil dan perlindungan hak pekerja. Peristiwa Haymarket tidak hanya meninggalkan luka sejarah, tetapi juga memicu kesadaran global bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan martabat manusia.
Analisis tersebut menekankan bahwa efisiensi kerja justru meningkat ketika hak-hak dasar buruh, seperti waktu istirahat yang cukup, terpenuhi secara layak.
Meskipun sempat dilarang pada masa Orde Baru karena dikhawatirkan membawa ideologi tertentu, kini Hari Buruh Internasional telah diakui secara resmi melalui Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2013 yang menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.
Sebagai penutup, memahami sejarah hari buruh adalah cara kita menghargai setiap tetes keringat yang menggerakkan roda ekonomi bangsa. Dengan meneladani semangat May Day, diharapkan tercipta sinergi yang harmonis antara pengusaha dan pekerja demi kesejahteraan bersama.
Semoga peringatan Hari Buruh Nasional 2026menjadi momentum bagi Anda untuk kembali merefleksikan pentingnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


