AIESEC in Universitas Brawijaya sukses menyelenggarakan kegiatan Malang Global Youthpreneur Forum (MGYF) yang bertempat di Main Hall Lantai 2 Malang Creative Center (MCC). Acara yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 ini merupakan inisiatif strategis yang mempertemukan puluhan pemuda lokal dengan mahasiswa internasional untuk mendiskusikan inovasi bisnis dan kepemimpinan global. Dengan menggandeng DISPORAPAR Kota Malang sebagai mitra strategis, forum ini bertujuan untuk memfasilitasi pemuda usia 16 hingga 25 tahun dalam mengembangkan literasi kewirausahaan dan memperluas jejaring lintas budaya.
Penyelenggaraan MGYF didasari oleh kebutuhan mendesak akan ruang kolaborasi bagi pemuda di Kota Malang untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Melalui tema pemberdayaan pemuda, AIESEC in Universitas Brawijaya ingin meruntuhkan batasan geografis dan sosial yang seringkali menjadi penghalang bagi inovasi. Forum ini tidak hanya berfokus pada teori bisnis, tetapi juga pada bagaimana nilai-nilai kepemimpinan dan empati dapat diintegrasikan dalam membangun sebuah usaha yang berdampak luas bagi masyarakat.
Acara dibuka dengan sesi seminar yang menghadirkan para ahli di bidang kewirausahaan. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai cara mengubah ide kreatif menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan. Setelah seminar, agenda dilanjutkan dengan Interactive Session. Pada sesi ini, suasana menjadi lebih cair karena peserta memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para Exchange Participants (mahasiswa internasional) yang sedang menjalankan program pertukaran di Malang. Interaksi ini bertujuan untuk memberikan international exposure bagi mahasiswa lokal agar mereka memiliki perspektif yang lebih luas mengenai tren global.
Keikoo Revashtie Dzikra, selaku Local Committee President AIESEC in Universitas Brawijaya periode 2026/2027, menyampaikan urgensi dari kegiatan ini dalam sambutannya. "Malang Global Youthpreneur Forum diciptakan sebagai ruang di mana perspektif global bertemu dengan semangat inovatif pemuda lokal. Kami percaya bahwa dengan membawa talenta lokal dan mahasiswa internasional dalam satu meja, kita dapat memicu percakapan bermakna tentang peran pemuda dalam menciptakan dampak nyata bagi dunia," ujar Keikoo.
Setelah sesi interaktif, kegiatan memasuki tahap yang lebih intensif yaitu Focused Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang didampingi oleh mahasiswa internasional. Mereka diminta untuk membedah studi kasus nyata yang berkaitan dengan hambatan kewirausahaan di era digital. Proses diskusi ini menuntut peserta untuk berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif dalam bahasa internasional, dan merumuskan solusi kreatif yang dapat diimplementasikan. Sesi FGD ini menjadi inti dari pengalaman belajar di MGYF karena memadukan teori yang telah didapat dengan praktik pemecahan masalah secara kolaboratif.
Aryasatya Farzanarochman, salah satu peserta yang mengikuti rangkaian acara hingga akhir, memberikan kesannya mengenai sesi diskusi tersebut. "For me, maybe it was the FGD cause I could connect with new people with different and new perspectives," ungkapnya dengan antusias. Senada dengan hal tersebut, Nadia Shakira, peserta lainnya, juga menyoroti bagaimana interaksi dengan mahasiswa internasional menjadi momen yang paling berkesan baginya selama acara berlangsung. "My most memorable session was the FGD session because I got to play, interact, and have meaningful discussions with new friends, including the international students," ujar Nadia
Menuju penghujung acara, suasana menjadi semakin meriah dengan adanya Cultural Performance yang menampilkan kekayaan budaya lokal. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan para delegasi bahwa meskipun mereka bergerak menuju pasar global, identitas dan akar budaya lokal tetap harus dijaga. Acara kemudian ditutup dengan Awarding Session untuk memberikan apresiasi kepada peserta yang paling aktif dan kritis selama sesi diskusi berlangsung. Pemberian sertifikat elektronik (e-certificate) dan sesi dokumentasi bersama menandai berakhirnya forum yang penuh inspirasi ini.
Melalui MGYF, AIESEC in Universitas Brawijaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi kepemimpinan pemuda. Dengan membekali mereka dengan literasi kewirausahaan dan pengalaman internasional, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang siap memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial, baik di skala lokal maupun global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


