Selama tujuh hari di Kobe, 16 jenama Indonesia memperkenalkan produk mereka langsung ke pasar Jepang. Fesyen, aksesori, hingga perhiasan, semuanya tampil dalam Pop Up Store Kobe-Jepang 2026 yang berlangsung 15–21 April, diorganisir bersama oleh ITPC Osaka dan KJRI Osaka.
Puncaknya ada di Sannomiya Central Street pada 19 April. Sebanyak 39 model asal Jepang membawakan 230 koleksi produk Indonesia di kawasan dengan lalu lintas sekitar 100 ribu orang per hari. Sebelum itu, pada 17 April, PT Dan Liris sudah lebih dulu menandatangani nota kesepahaman dengan Bee-First Co., Ltd dari Jepang senilai USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar.
CEO PT Dan Liris Michelle Tjokrosaputro menyebut kerja sama ini sebagai pintu masuk ke pasar yang selama ini tidak mudah ditembus.
"Kerja sama ini menjadi pintu masuk penting bagi kami untuk memperluas penetrasi di pasar Jepang. Melalui kolaborasi dengan mitra lokal, kami dapat lebih memahami kebutuhan pasar sekaligus memastikan produk yang kami tawarkan sesuai dengan standar dan preferensi konsumen Jepang," ujarnya.
Ke-16 peserta yang hadir mewakili tiga kategori, sembilan jenama fesyen, lima aksesori, dan dua perhiasan. Di antaranya Prosa Archive, Dama Kara, Kay Leather, dan Manika Jewelry.
Sehari setelah peragaan busana, delegasi Indonesia mengunjungi tiga perusahaan tekstil Jepang, Stylem, Uni Textile, dan Caitac, dilanjutkan sesi business matching. Dari pertemuan itu tergambar bahwa konsumen Jepang menyukai desain simpel tapi tidak menutup pintu bagi sentuhan etnik yang proporsional.
Kepala ITPC Osaka Didit Akhdiat Suryo menekankan pentingnya pendekatan yang lebih dari sekadar memajang produk.
"Melalui promosi terintegrasi Pop Up Store, kami memperkenalkan produk Indonesia yang berkualitas dengan pendekatan yang menekankan story telling dan koneksi emosional dengan konsumen Jepang. Langkah ini menjadi kunci memperkuat penetrasi produk Indonesia di pasar Jepang," ujarnya.
Hubungan dagang Indonesia dan Jepang di sektor tekstil sendiri sudah berjalan cukup jauh. Pada 2025, ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia ke Jepang tercatat USD 1,02 miliar. Sehingga, Jepang pun jadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan porsi 8,53 persen dari total ekspor TPT nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


