belajar berkontribusi bertumbuh pengalaman altar sebagai local volunteer di aiesec - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar, Berkontribusi, Bertumbuh: Pengalaman Altar sebagai Local Volunteer di AIESEC

Belajar, Berkontribusi, Bertumbuh: Pengalaman Altar sebagai Local Volunteer di AIESEC
images info

Belajar, Berkontribusi, Bertumbuh: Pengalaman Altar sebagai Local Volunteer di AIESEC


Green Leaders 2025 kembali hadir sebagai ruang pengembangan bagi generasi muda yang ingin memperdalam pemahaman tentang isu lingkungan sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan.

Selama kurang lebih 6 minggu, program ini menghadirkan pengalaman kolaboratif yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang. Tidak hanya bagi Exchange Participants (EP), pengalaman ini juga dirasakan secara mendalam oleh para Local Volunteer (LV), termasuk Altar yang terlibat aktif sepanjang program berlangsung.

Bagi Altar, keputusan untuk bergabung sebagai Local Volunteer didorong oleh keinginannya untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang berdampak sekaligus membuka peluang untuk berkembang.

Ia melihat program ini sebagai kesempatan untuk belajar di lingkungan internasional yang dinamis, di mana setiap interaksi menjadi sumber pembelajaran baru.

baca juga

Dalam menjalankan perannya, Altar tidak hanya berfokus pada aspek pendampingan teknis. Ia memposisikan dirinya sebagai penghubung antara EP dengan lingkungan lokal, sekaligus sebagai bagian dari peserta yang ikut belajar dalam setiap proses.

Dirinya menyadari bahwa peran LV tidak sekadar membantu jalannya program, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan pengalaman yang bermakna bagi semua pihak.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah keterlibatan dalam diskusi lintas budaya yang penuh dengan beragam perspektif. Melalui interaksi tersebut, Altar melihat bagaimana perbedaan latar belakang justru memperkaya pemahaman terhadap isu lingkungan.

Momen-momen seperti ini memberinya sudut pandang baru dalam melihat tantangan global secara lebih terbuka.

Di awal program, Altar sempat mengira bahwa perannya akan lebih bersifat administratif. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menghadapi berbagai situasi yang menuntut kemampuan adaptasi, komunikasi, dan penyelesaian masalah.

Pengalaman ini membuatnya memahami bahwa menjadi LV berarti siap untuk mengambil tanggung jawab lebih luas dari yang dibayangkan sebelumnya.

Selama mengikuti program, Altar merasakan perkembangan yang signifikan, terutama dalam hal komunikasi interpersonal, empati, serta kemampuan beradaptasi. Ia belajar untuk memahami cara berpikir orang lain dan menyampaikan ide dengan lebih efektif dalam lingkungan yang beragam.

Selain itu, program ini juga memengaruhi cara pandangnya terhadap isu lingkungan dan kepemimpinan. Ia mulai melihat bahwa kontribusi terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.

Dalam hal kepemimpinan, ia memahami bahwa menjadi pemimpin tidak selalu berarti memimpin di depan, tetapi juga tentang bagaimana mendukung dan memberdayakan orang lain.

Pada praktiknya, Altar menerapkan nilai-nilai kepemimpinan selama program berlangsung. Ia berusaha menjadi sosok yang responsif dan solutif, baik dalam mendampingi EP maupun dalam berkolaborasi dengan tim. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika ia mengambil inisiatif untuk menyelesaikan miskomunikasi dalam kelompok, sehingga dinamika tim dapat kembali berjalan dengan baik.

baca juga

Pengalaman berinteraksi dengan EP dari berbagai negara menjadi salah satu aspek yang paling memperkaya. Meski menghadapi tantangan dalam perbedaan gaya komunikasi dan ekspektasi, Altar mampu mengatasinya dengan sikap terbuka dan kemauan untuk saling memahami.

Menurutnya, yang membedakan pengalaman ini dengan kegiatan volunteering lainnya adalah adanya perpaduan antara pembelajaran, praktik langsung, dan interaksi internasional dalam satu program yang terintegrasi. Hal ini membuat pengalaman yang didapat terasa lebih mendalam dan bermakna.

Lebih jauh, pengalaman ini juga membentuk kesadarannya akan peran anak muda dalam menghadapi isu lingkungan. Ia merasa bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan, terutama melalui kolaborasi dan aksi nyata.

Secara personal, Altar merasakan peningkatan kepercayaan diri serta pemahaman yang lebih jelas mengenai potensi dirinya. Ia menggambarkan keseluruhan pengalamannya sebagai sesuatu yang “transformative,” karena memberikan perubahan nyata dalam cara ia melihat diri dan lingkungan sekitarnya.

Sebagai penutup, Altar mengajak generasi muda lainnya untuk tidak ragu mencoba pengalaman serupa. Ia menekankan bahwa menjadi Local Volunteer bukan hanya tentang memberikan kontribusi, tetapi juga tentang proses belajar dan pertumbuhan yang tidak ternilai.

Melalui kisah Altar, Green Leaders menunjukkan bahwa sebuah program pengembangan dapat menjadi ruang yang mendorong transformasi, tidak hanya dalam aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dalam cara pandang dan kesiapan generasi muda untuk memberikan dampak positif di masa depan.

 

 

 

Penulis: Ghazy Hakaiksyah

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.