Dilansir dari berbagai sumber, bootcamp adalah pelatihan keahlian dengan jangka waktu tertentu untuk persiapan dan bekal di dunia kerja. Program ini umumnya menyasar pada mahasiswa dan jobseeker. Namun, pertanyaannya adalah apakah pelatihan itu diperlukan?
Faktanya, mahasiswa masa kini cenderung ada di posisi sebagai pencari magang dan memperbanyak pengalaman dari organisasi. Di sisi lain, ada juga jobseeker yang kondisinya belum pernah punya pengalaman bekerja sama sekali. Inilah mengapa bootcamp seringkali menjadi pilihan.
Dilansir dari SMB Telkom University, berikut adalah beberapa manfaat jika Kawan mengikuti bootcamp:
- Mendapat kesempatan belajar practical skills dalam waktu yang cukup singkat, sehingga cocok bagi Kawan jika memiliki jadwal yang padat.
- Bootcamp seringnya terbuka bagi semua kalangan dan tidak ada syarat latar belakang tertentu.
- Menyediakan jenis-jenis kelas bootcamp bervariatif, baik online maupun part-time.
- Berkesempatan berkonsultasi langsung terhadap mentor profesional dan interaksi terbuka bagi para peserta bootcamp.
- Mendapat skill yang relevan dengan perusahaan yang diinginkan sehingga membuka peluang karier yang terbaik.
Selain mengasah skill, hal krusial lain yang harus diperhatikan adalah pemahaman terhadap kultur kerja. Apabila Kawan sebagai seorang pencari magang dan jobseeker, Kawan perlu memahami setiap kultur kerja dari perusahaan yang Kawan incar. Hal ini agar Kawan sekalian mengetahui kapasitas perusahaan mana yang kamu sanggupi.
Berikut adalah komponen kultur kerja menurut Mekari Talenta:
1. Nilai (Values)
Hal ini mencakup prinsip dasar yang diperlukan oleh para karyawan seperti tanggung jawab, integritas, kolaborasi dan lain sebagainya, demi menjaga keseimbangan hubungan dalam tim.
2. Norma (Norms)
Aturan tidak tertulis yang sama halnya diperlukan oleh para karyawan. Hal ini terkait kesopanan sehingga membentuk respek terhadap sesama karyawan.
3. Simbol dan ritual
Simbol merupakan ciri khas dari perusahaan baik logo, interior dan seragam. Sedangkan ritual merupakan kegiatan seperti apel pagi dan kegiatan rutin lainnya.
4. Gaya komunikasi
Setiap perusahaan memiliki gaya komunikasi yang berbeda baik formal, hierarkis, maupun santai. Setiap karyawan perlu menyesuaikan gaya komunikasi masing-masing.
5. Kepemimpinan dan keteladanan
Pemimpin perusahaan harus mampu memberikan contoh teladan bagi karyawan, guna menjaga integritas dalam lingkungan kerja.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


