Sulawesi Selatan dikenal sebagai daerah yang kaya akan kuliner tradisional, mulai dari hidangan utama hingga aneka kue khas yang memiliki cita rasa unik. Salah satu contoh kuliner yang telah populer secara nasional adalah es pisang ijo nan segar.
Popularitas minuman penutup hidangan utama ini membuktikan bahwa kekayaan kuliner Sulawesi Selatan mampu menarik perhatian masyarakat luas.
Namun, di balik kemasyhuran es pisang ijo yang telah lebih dulu dikenal luas, ternyata masih banyak kue tradisional asal Sulsel lainnya yang belum mendapatkan perhatian yang sama.
Salah satu di antaranya adalah kue putu cangkiri, sebuah kuliner tradisional yang tidak hanya menawarkan cita rasa lezat, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat.
Kue ini memiliki bentuk menyerupai cangkir kecil yang menjadi ciri khasnya. Terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung beras, gula merah, dan parutan kelapa, kue tradisional ini tetap mampu menghadirkan cita rasa yang autentik dan menggugah selera.
Proses pembuatannya dilakukan dengan cara dikukus, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan aroma yang khas.
Perpaduan manisnya gula merah yang lumer di bagian tengah serta gurihnya kelapa menjadikan kue ini tidak hanya memanjakan lidah. Namun, juga menghadirkan sensasi kuliner yang membawa kembali kehangatan hidangan tradisional tempo dulu.
Kue tradisional ini umumnya dijajakan di berbagai sudut jalan di Makassar, mulai dari kawasan permukiman hingga pusat keramaian kota. Kehadirannya yang mudah ditemui menjadikan kue putu cangkiri sebagai salah satu jajanan kaki lima yang lekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Aroma harum dari proses pengukusan serta tampilan khas berbentuk cangkir kecil kerap menarik perhatian para pejalan kaki yang melintas.
Di antara banyaknya penjual, salah satu yang paling terkenal adalah kue putu cangkir milik Putu Cangkiri Zulfiki yang berlokasi di Jalan Landak. Usaha ini telah berdiri selama kurang lebih 25 tahun dan tetap mempertahankan eksistensinya hingga kini.
Keberlangsungan usaha tersebut tidak lepas dari komitmen dalam menjaga kualitas rasa dan keaslian resep yang diwariskan secara turun-temurun.
Selama lebih dari dua dekade, Putu Cangkiri Zulfiki dikenal memiliki cita rasa yang konsisten dan autentik. Teksturnya yang lembut berpadu dengan manisnya gula merah di bagian tengah serta gurihnya taburan kelapa parut di atasnya menciptakan sensasi rasa yang khas.
Proses pembuatannya yang masih menggunakan cara tradisional turut memberikan nilai lebih, karena mampu mempertahankan keaslian rasa yang sulit ditiru oleh produksi modern.
Kudapan ini kerap menjadi pilihan masyarakat Makassar untuk dinikmati pada momen-momen spesial, terutama saat berbuka puasa dan perayaan Lebaran. Rasanya yang manis dan lembut menjadikannya santapan yang pas setelah seharian berpuasa.
Biasanya, kue putu cangkiri disajikan bersama segelas teh hangat sebagai pelengkap. Dengan demikian, menghadirkan perpaduan rasa yang menenangkan dan menambah kehangatan suasana kebersamaan di meja keluarga.
Kue putu cangkiri merupakan salah satu bukti nyata kekayaan kuliner tradisional di Sulawesi Selatan. Sebagai bagian dari warisan kuliner Nusantara, kue putu cangkiri layak diperkenalkan secara lebih luas, baik di seluruh Indonesia maupun di kancah internasional. Kehadiran kue ini menunjukkan bahwa makanan tradisional Indonesia tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi.
Sebagai masyarakat Indonesia, kita patut berbangga karena kue seperti putu cangkiri mampu merepresentasikan kekayaan rasa, identitas lokal, serta kreativitas kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


