earth day sebagai momentum aiesec in untan ajak pemuda tinggalkan jejak positif di bumi lewat incoming global volunteer on the map - News | Good News From Indonesia 2026

Earth Day sebagai Momentum, AIESEC in Untan Ajak Pemuda Tinggalkan Jejak Positif di Bumi Lewat “Incoming Global Volunteer: On The Map”

Earth Day sebagai Momentum, AIESEC in Untan Ajak Pemuda Tinggalkan Jejak Positif di Bumi Lewat “Incoming Global Volunteer: On The Map”
images info

Earth Day sebagai Momentum, AIESEC in Untan Ajak Pemuda Tinggalkan Jejak Positif di Bumi Lewat “Incoming Global Volunteer: On The Map”


Ketika kaki berjalan di atas jembatan kayu yang membelah hamparan akar mangrove di Ekowisata Telok Berdiri, Sungai Kakap bukan sekadar pemandangan alam yang terasa. Ada perasaan bahwa setiap tanaman yang ditanam pemuda hari ini adalah jawaban kecil untuk krisis iklim yang makin nyata di seluruh bumi.

Melalui program Incoming Global Volunteer: On The Map, AIESEC in Untan mengajak generasi muda, termasuk para Exchange Participant (EP) dari berbagai negara untuk menanam mangrove sambil menghubungkan aksi kecil itu dengan semangat World Earth Day dan komitmen global terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan penanaman mangrove di Ekowisata Telok Berdiri, Sungai Kakap, bukan sekadar “event sehari” tanam tanaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Incoming Global Volunteer yang diselenggarakan AIESEC in Untan bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kubu Raya. Di kawasan ekowisata seluas 15 hektar ini, mangrove berperan sebagai penahan abrasi, rumah bagi beragam biota laut, sekaligus menjadi destinasi wisata berbasis ekologi yang memberikan alternatif ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Dalam program Incoming Global Volunteer: On The Map, peserta diajak merasakan langsung perbedaan antara area mangrove yang pernah gagal tumbuh karena metode reboisasi yang kurang tepat dan lahan yang kini perlahan pulih dan kembali hijau. Di sini, pemuda tidak hanya menanam, tetapi juga belajar bahwa konservasi lingkungan butuh pengetahuan, kesabaran, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

baca juga

"Kami sangat mengapresiasi semangat anak muda, baik lokal maupun internasional, yang hadir dan ikut menjaga lingkungan. Kami percaya, kegiatan ini bukan hanya berdampak hari ini, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk terus peduli lingkungan." ucap Sri Ratnaningsih, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kubu Raya.

Setiap tahun World Earth Day mengingatkan kita bahwa pelestarian bumi bukan urusan satu negara, satu pemerintah, atau satu organisasi semata. Dalam kerangka Sustainable Development Goals, aksi penanaman mangrove di Telok Berdiri terhubung erat dengan beberapa tujuan utama, antara lain SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim (Climate Action), SDG 14 tentang ekosistem laut (Life Below Water), dan SDG 15 tentang ekosistem daratan (Life on Land). Mangrove adalah penyerap karbon yang baik, pelindung garis pantai, sekaligus habitat penting bagi kehidupan laut dan darat di pesisir.

Dalam konteks Incoming Global Volunteer AIESEC, program ini dirancang agar setiap volunteer bekerja pada isu yang selaras dengan salah satu dari 17 SDGs. Di Telok Berdiri, aktivitas ini menjadi praktik nyata pemuda baik lokal maupun internasional mengimplementasikan komitmen SDGs lewat tangan mereka sendiri, saat menanam bibit mangrove dan mendiskusikan pentingnya konservasi pesisir.

AIESEC percaya bahwa “leadership through action” lahir ketika pemuda terlibat langsung pada isu yang nyata. Di Telok Berdiri, pesan yang tersampaikan bukan hanya tentang “menanam pohon”, tetapi tentang bagaimana generasi muda dapat menjadi bagian dari solusi. Setiap bibit mangrove yang ditanam adalah simbol kecil bahwa iklim dapat dikendalikan bila banyak pihak dari mahasiswa, pemerintah daerah, komunitas, hingga volunteer internasional bergerak bersama.

Dengan memposisikan kegiatan ini sebagai bagian dari refleksi World Earth Day, AIESEC in Untan mengingatkan bahwa semangat hari lingkungan tidak berhenti ketika bendera dilepas atau foto diunggah di media sosial. Jejak positif di bumi tercipta dari rangkaian kebiasaan kecil yang konsisten, merawat tanaman yang pernah ditanam, mengedukasi orang lain, dan mendorong kebijakan yang lebih pro lingkungan.

baca juga

Kegiatan Incoming Global Volunteer: On The Map di Ekowisata Telok Berdiri, Sungai Kakap, boleh saja berlalu, tetapi kesannya kerap bertahan lama di dalam diri peserta. Di sana, pemuda menyadari bahwa Earth Day bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan undangan berulang untuk mengevaluasi sudah seberapa dalam kita menjaga bumi. AIESEC in Untan, melalui kolaborasi dengan Disporapar Kubu Raya dan peran Incoming global volunteer, menunjukkan bahwa satu langkah kecil pemuda bisa menjadi bagian dari peta besar pencapaian SDGs.

Satu hari di Telok Berdiri mungkin tampak singkat, tetapi jika tiap pemuda yang datang di sana membawa pulang kesadaran, lalu mengulanginya di ruang lain kampus, komunitas, atau lingkup kerja maka jejak positif yang mereka tinggalkan di bumi akan jauh lebih luas daripada garis pantai yang mereka ragukan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.