masih jarang diketahui seperti apa tuntutan kebaruan pada skripsi tesis dan disertasi - News | Good News From Indonesia 2026

Masih Jarang Diketahui, Seperti Apa Tuntutan Kebaruan pada Skripsi, Tesis, dan Disertasi?

Masih Jarang Diketahui, Seperti Apa Tuntutan Kebaruan pada Skripsi, Tesis, dan Disertasi?
images info

Masih Jarang Diketahui, Seperti Apa Tuntutan Kebaruan pada Skripsi, Tesis, dan Disertasi?


Skripsi, tesis, dan disertasi: ketiga substansi berikut adalah bentuk tugas akhir bagi mahasiswa untuk dapat lulus dari perkuliahan yang dijalani berjangka waktu tertentu. Begitu tugas akhir telah dianggap valid serta teruji secara ilmiah menurut majelis dosen, melalui tahapan administratif kampus yang berlaku, mahasiswa pada jenjang sarjana hingga doktor kelak mendapatkan gelar sesuai spesifikasi keilmuannya masing-masing. Tak pelak bahwa tugas akhir kerap kali merupakan momok tersendiri untuk sebagian mahasiswa, karena memang diperlukan kreativitas, kegigihan serta konsekuen selama proses penyusunannya.

Mengacu pada pemaparannya Jonson Handrian Ginting selaku dosen dari Departemen Antropologi Universitas Andalas dan juga Peneliti pada Bidang Sosial dan Budaya, yang didokumentasikan secara tertulis di kumparan.com (13/8/2024), disebutkan bahwa asal-usul konsep skripsi itu sendiri bermula dari jejak pemikiran salah satu tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan, yaitu Francis Bacon. Bacon merupakan seorang filsuf dan ilmuwan asal Inggris yang sangat berpengaruh dalam perkembangan metode ilmiah modern.

Sekitar awal abad ke-17, Bacon memperkenalkan berbagai gagasan yang selanjutnya menjadi fondasi dari epistemologi positivisme, suatu pendekatan yang menekankan pentingnya pengamatan empiris dan eksperimen dalam membangun dunia sains. Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan itu harus didasarkan pada data yang dapat diverifikasi melalui pengalaman serta keberanian bereksperimen, tidak hanya sekadar spekulasi atau dogma.

Melalui bukunya yang populer berjudul ‘Novum Organum’ (1620), Bacon mengintroduksikan metode induktif yang menurutnya lebih andal ketimbang metode deduktif yang sering digunakan para filsuf sebelumnya. Metode induktif ini mendorong para ilmuwan untuk mengumpulkan data dan bukti terlebih dahulu sebelum menyusun teori. Ini kontras dengan metode deduktif yang dimulai pada teori dan dilanjutkan dengan pencarian bukti guna mendukung teori tersebut. Adapun gagasan beliau mengilhami “revolusi sains” dalam hal menciptakan publikasi tertulis yang mengutamakan bukti empiris sebagai dasar pengetahuan.

Bermula dari pemikiran itulah, konsep skripsi, tesis, dan disertasi mulai berkembang sebagai bagian dari proses akademik pada setiap universitas. Di dalam skripsi, mahasiswa belajar untuk melakukan penelitian yang berfokus pada pengumpulan serta analisis data guna menjawab permasalahan ilmiah atau membuktikan hipotesis tertentu. Proses ini merefleksikan pendekatan yang diangkat oleh Bacon tadi, yang mana ilmu pengetahuan wajib memenuhi kriteria logico, hipotetico, dan juga verifikatif.

Dalam konteks ini, pengetahuan harus logico, yang berarti berdasarkan kaidah logika yang konsisten dan mampu dipahami; pengetahuan harus hipotetico, bahwa pengetahuan harus dapat diuji melalui hipotesis yang jelas dan terukur; pengetahuan perlu memenuhi aspek verifikatif melalui eksperimen ilmiah. Bisa dibilang, skripsi, tesis, dan disertasi diibaratkan sebagai bentuk latihan mahasiswa untuk mengimplementasikan prinsip epistemologi positivisme dalam penelitian mereka. Lebih jauh lagi, bentuk tugas akhir tersebut adalah kesempatan yang aktual untuk berkontribusi membangun dunia sains berdasarkan jenjang yang ada.

baca juga

Menyelisik Sekilas Paradigma dari Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Jika ditelusuri lebih mendalam, meskipun tampak sama, namun skripsi, tesis, serta disertasi berbeda secara kontekstual. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya:

Jenis Tugas Akhir (Jenjang)FokusJumlah Referensi yang DirekomendasikanKemandirian dalam PenyusunanLevel KKNI (disetarakan)Konklusi
Skripsi (S1)Pemahaman dan terapan dasar10-25Mahasiswa: ~60% | Dosen Pembimbing: ~40%6Pembuktian kemampuan pikir terhadap konsep ilmiah dasar dalam observasi empiris sederhana
Tesis (S2)Analisis mendalam serta pengembangan26-40Mahasiswa: ~80% | Dosen Pembimbing: ~20%8Mengembangkan pendekatan metodis yang interdisipliner untuk memecahkan masalah kompleks
Disertasi (S3)Inovasi dan pembuatan ilmu baru>40Mahasiswa: ~90% | Dosen Pembimbing (Promotor & Ko-promotor): ~10%9Menciptakan pengetahuan baru secara multidisipliner yang bersifat orisinal dan berkelanjutan

Sebagai informasi tambahan, sebagaimana disadur dari laman Kemnaker, KKNI atau Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia didefinisikan sebagai kerangka perjenjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, serta mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur pada berbagai sektor pekerjaan.

Bisa dikatakan bahwa KKNI berfungsi untuk menakar kapasitas masyarakat Indonesia dalam sistem pendidikan, sistem pelatihan kerja, dan sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran berbasis nasional guna menghasilkan manusia yang unggul dan berdaya saing. Adapun kualifikasi KKNI terbagi dalam sembilan pengelompokan jenjang, antara lain jenjang 1-3 dikategorikan sebagai operator, jenjang 4-6 dikategorikan sebagai teknisi atau analis, dan jenjang 7-9 dikategorikan sebagai tenaga ahli.

Bagaimana dengan Tuntutan Kebaruannya?

Melansir piramidaakademi.com (26/12/2024), kebaruan (novelty) dalam penelitian dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:

Kebaruan Teoretis

Kebaruan teoretis merujuk pada pengembangan atau modifikasi teori yang sudah ada. Misalnya, dalam bidang psikologi, penemuan teori baru tentang perilaku manusia dapat memberikan wawasan tambahan untuk memahami interaksi sosial.

Kebaruan Metodologis

Kebaruan metodologis erat hubungannya dengan pengembangan metode baru atau perbaikan metode yang sudah ada dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Misalnya, menggunakan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dalam analisis data besar, sehingga meningkatkan akurasi dan efisiensi.

Kebaruan Praktis

Kebaruan praktis berfokus pada aplikasi nyata dari hasil penelitian. Ini mencakup pengembangan produk baru atau solusi inovatif yang dapat diterapkan di lapangan. Misalnya, penelitian mengenai teknologi ramah lingkungan yang mampu mereduksi dampak negatif terhadap alam dan lingkungan hidup.

Kebaruan Konseptual

Kebaruan konseptual melibatkan perubahan paradigma (cara pandang) pada suatu fenomena atau masalah, bisa berupa pengembangan konsep yang membantu memahami isu-isu tertentu.

baca juga

Lebih lanjut, tingkat kebaruan pada skripsi, tesis, dan disertasi dapat dimengerti sebagai berikut:

Skripsi: Level Penerapan dan Replikasi

Pada level ini, mahasiswa tidak diwajibkan untuk menghasilkan penemuan pengetahuan baru, lebih bersifat teknis dan administratif. Yang bersangkutan diperbolehkan mereplikasi penelitian sebelumnya, dengan menyisipkan modifikasi ringan sebagai pembeda. Tujuan skripsi adalah menampilkan aktualisasi diri dalam melaksanakan kaidah ilmiah secara tepat dan empiris.

Tesis: Level Pengembangan dan Inovasi

Pada level ini, tuntutan terhadap mahasiswa mulai berubah. Kompetensi yang bersangkutan diuji untuk menyelesaikan masalah ilmiah melalui penggabungan teori yang relevan, metodologi yang lebih mutakhir, serta perbaikan pada celah penelitian sebelumnya.

Disertasi: Level Penemuan

Pada level ini, mahasiswa wajib memberikan pandangan maupun kontribusi ilmiah yang belum pernah diketahui siapapun. Luaran yang dihasilkan sudah harus teruji dalam berbagai disiplin ilmu, tulen, dan menjawab masalah yang terkait dengan hajat hidup komunal.

Mencari kebaruan untuk tugas akhir memang ngeri-ngeri sedap. Untuk yang masih berkuliah, rasa ingin tahu yang besar dan pantang menyerah adalah kunci. Semoga penjelasan terbatas ini boleh bermanfaat bagi Kawan GNFI di manapun berada!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

PR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.