Kabupaten Sijunjung merupakan wilayah di Sumatra Barat yang menyimpan kekayaan geologi langka melalui bentangan Geopark Nasional Ranah Minang Silokek.
Berada di Nagari Silokek, kawasan ini menawarkan hamparan batuan kuno yang diperkirakan terbentuk pada Era Paleozoikum sekitar 359 hingga 252 juta tahun yang lalu.
Di tengah suhu udara sejuk Desa Silokek inilah tersembunyi sebuah ekosistem taman bumi yang memiliki formasi tebing tinggi dan ngarai curam di lahan seluas 130.000 hektare.
Nama Silokek merujuk pada nagari yang menjadi pusat taman bumi ini, di mana keberagaman hayati dan budaya menyatu dalam pilar konservasi. Geopark ini menjadi unik karena posisinya yang tidak berada di jalur Sesar Semangko, berbeda dengan Geopark Ngarai Sianok atau Sawahlunto.
Fenomena geologi alami di sini menghasilkan pemandangan menakjubkan berupa sungai bawah tanah dan batuan gamping yang bersanding dengan pepohonan tropis rimbun.
Ayo kita ketahui lebih lanjut soal Geopark Silokek!
Daya Tarik Geopark Silokek
Keberadaan kawasan ini diresmikan sebagai geopark nasional pada 8 Februari 2018 dengan tujuan menyerasikan keragaman geologi melalui prinsip edukasi.
Batuan yang ditemukan di sini, seperti serpih, filit, dan gamping, berasal dari periode Permian dan Carboniferous yang telah mengalami proses ribuan tahun.
Kawasan ini merupakan satu dari puluhan objek wisata unggulan di wilayah berjuluk Lansek Manih yang terus dikembangkan untuk menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark Network.
Jarak tempuh menuju lokasi dari Muaro Sijunjung atau ibu kota kabupaten hanya sekitar 12,9 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 25 menit.
Perjalanan dapat melewati Jalan Muaro Silokek Durian yang menyuguhkan lanskap persawahan luas di sepanjang jalur.
Hal yang menarik dari Geopark Silokek, selain keanekaragaman hayatinya, terletak pada kemegahan tebing karst yang menjulang tinggi di sisi sungai dan lembah.
Pengunjung dapat mengeksplorasi sungai bawah tanah serta ngarai curam yang menjadi bukti dinamika kerak bumi di masa lampau.
Struktur geologi yang unik ini memberikan pemandangan yang menarik, ditambah dengan keramahan penduduk nagari yang masih memegang teguh berbagai budaya dan tradisi lokal.
Wilayah taman bumi ini juga menyediakan beragam aktivitas luar ruangan menarik seperti trekking menembus hutan tropis dan rafting menyusuri aliran sungai.
Kawan GNFI juga dapat menikmati pengalaman berkemah di area yang telah disediakan atau menginap di homestay dengan sajian kuliner menu lokal.
Penataan kawasan yang yang berbasis ekonomi lokal di sini pun memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem pariwisata daerah yang sedang tumbuh.
Akses dan Rute Perjalanan
Menjangkau Geopark Silokek dapat dilakukan melalui jalur darat yang sudah tertata rapi dari berbagai arah di Sumatra Barat.
Jika berangkat dari Kota Padang, perjalanan menempuh jarak sekitar 104,8 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam 20 menit. Rute utama biasanya melewati Jalan Lintas Sumatra melalui Solok sebelum menuju jantung Kabupaten Sijunjung melalui Jalan Adinegoro.
Bagi wisatawan yang datang dari pusat Muaro Sijunjung, aksesnya jauh lebih singkat melalui Jalan Muaro Silokek Durian yang dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor.
Selama di perjalanan, Kawan bisa menemukan pemandangan tebing-tebing karst yang mulai terlihat sejak memasuki pintu kawasan geopark.
Pengelolaan Geopark Silokek berada di bawah naungan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sijunjung.
Fasilitas pendukung seperti Pusat Informasi Geopark atau Geopark Information Center (GIC) telah tersedia di dekat Simpang Tugu Muaro Sijunjung guna memberikan pemahaman mendalam bagi pengunjung.
Ayo Menjelajahi Geopark Silokek!
Untuk berkunjung ke sini, pengunjung tidak dipungut biaya dan hanya perlu membayar parkir bila membawa kendaraan. Namun, ada biaya tersendiri jika mengambil paket wisata atau melakukan aktivitas lain seperti rafting.
Mengunjungi Geopark Silokek memberikan kesempatan untuk menyentuh langsung jejak bumi dari Era Paleozoikum di tengah asrinya alam Sijunjung.
Silakan agendakan waktu Kawan GNFI untuk menelusuri ngarai purba menuju keindahan di Ranah Minang ini ya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


