indonesia peringkat 6 industri kertas serat pisang dan sereh dilirik jadi bahan alternatif - News | Good News From Indonesia 2026

Indonesia Peringkat 6 Industri Kertas, Serat Pisang dan Sereh Dilirik Jadi Bahan Alternatif

Indonesia Peringkat 6 Industri Kertas, Serat Pisang dan Sereh Dilirik Jadi Bahan Alternatif
images info

Indonesia Peringkat 6 Industri Kertas, Serat Pisang dan Sereh Dilirik Jadi Bahan Alternatif


Ketergantungan industri kertas pada virgin pulp dan kertas daur ulang kini mulai bergeser ke arah diversifikasi serat alternatif.

Industri kertas nasional mengembangkan berbagai sumber bahan baku lokal seperti batang pisang, sereh wangi, tandan kosong kelapa sawit, hingga kenaf.

Kebutuhan kemasan dari sektor e-commerce serta makanan dan minuman menjadi pendorong utama pencarian sumber serat baru.

Industri kini tidak hanya bergantung pada hutan tanaman industri, tetapi mulai memanfaatkan sisa hasil pertanian yang sebelumnya tidak terpakai untuk memenuhi lonjakan permintaan tersebut.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa peluang pengembangan sektor ini masih terbuka lebar seiring dengan dinamika inovasi produk. 

"Industri ini menghasilkan berbagai produk berkualitas seperti pulp, kertas industri, tisu, kertas khusus, hingga rayon/viscose yang dimanfaatkan luas oleh berbagai sektor industri," ungkapnya dalam kegiatan Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) di Jakarta.

Secara global, pasar flexible packaging telah bernilai lebih dari USD 270 miliar dan diproyeksikan terus tumbuh 5–6 persen per tahun hingga 2032.

Kebutuhan kemasan yang terus meningkat dari sektor e-commerce serta makanan dan minuman mendorong industri untuk mencari sumber serat yang lebih masif dan terbarukan di luar hutan tanaman industri konvensional.

Sepanjang tahun 2025, industri pulp mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 3,60 miliar sementara ekspor kertas mencapai USD 4,57 miliar.

Total nilai ekspor yang menembus USD 8 miliar ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-6 dunia untuk industri kertas dan ke-7 untuk pulp.

Di tingkat regional Asia, Indonesia menduduki posisi ke-2 dan ke-4 untuk kedua komoditas tersebut. Sektor barang kertas dan percetakan sendiri berkontribusi sebesar 3,73 persen terhadap PDB pengolahan nonmigas nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan bahwa operasional 113 perusahaan di sektor ini berdampak pada 1,4 juta orang.

 "Penyerapan lebih dari 1,4 juta tenaga kerja mencerminkan dampak luas sektor industri pulp dan kertas terhadap perekonomian nasional," ungkapnya.

Jumlah tersebut terbagi atas 280 ribu pekerja langsung di pabrik dan 1,2 juta tenaga kerja di sektor pendukung.

Indikator kepercayaan industri pada Februari 2026 berada di level 54,02 yang menandakan aktivitas produksi tetap ekspansif.

Sejak Juli 2025, standar SNI diwajibkan untuk kertas dan karton kemasan pangan guna memperketat pengawasan keamanan dan mutu produk.

Standar teknis dalam SKB 482/2020 membatasi kadar impuritas kertas daur ulang maksimal 2 persen, sebuah batasan ketat yang memaksa perusahaan memperbaiki sistem manajemen rantai pasok mereka.

Penanganan limbah produksi juga mulai dialihkan menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.