Aceh Tamiang memiliki destinasi indah di Kampung Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka, yang dikenal sebagai Air Terjun Sangka Pane.
Lokasi ini berada di balik hutan hujan lebat dan tebing batu yang tinggi, yang menyuguhkan aliran air jernih di tengah lingkungan yang masih terjaga.
Bagi masyarakat sekitar, Sangka Pane juga jadi kawasan yang menyimpan cerita rakyat dan sejarah yang diwariskan secara turun-temurun.
Ayo kita ketahui lebih lanjut mengenai Air Terjun Sangka Pane!
Sekilas Mengenai Sangka Pane
Nama Sangka Pane berakar dari bahasa Karo yang berarti tempat pemandian para dewa. Masyarakat lokal meyakini bahwa air terjun ini dahulu merupakan lokasi persinggahan makhluk kayangan yang turun ke bumi untuk membersihkan diri.
Salah satu cerita yang beredar di tengah warga menceritakan tentang seorang putri yang kecantikannya menarik perhatian dewa saat sedang mandi di bawah jatuhan airnya, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menetap di sana.
Sebagai wilayah yang menjunjung tinggi norma Syariat Islam, Aceh Tamiang mengharapkan setiap pengunjung untuk menjaga etika dan sopan santun. Kepercayaan akan sisi mistis tempat ini masih kuat dipegang warga, sehingga sikap menghargai tradisi menjadi hal penting bagi siapa pun yang berkunjung.
Daya Tarik dan Aktivitas di Sangka Pane
Secara fisik, Sangka Pane memiliki karakteristik unik berupa aliran yang terbagi menjadi 17 tingkatan. Ukurannya bervariasi, mulai dari riam kecil hingga jatuhan air terbesar yang menghantam bebatuan di dasar tebing.
Pemandangan utama di lokasi ini terlihat saat cahaya matahari menembus celah pepohonan dan menyentuh uap air yang muncul dari dasar tebing. Kondisi ini pun bisa menciptakan pelangi kecil di antara bebatuan koral.
Udara yang sejuk serta suasana hutan yang masih asri juga membuat Sangka Pane jadi lokasi yang cocok untuk pelarian dari rutinitas harian yang padat bagi warga kota di sekitarnya.
Bermain air di tingkatan bawah menjadi aktivitas yang digemari, meskipun kewaspadaan terhadap permukaan batu yang licin tetap harus diutamakan.
Banyak pengunjung sengaja datang dari daerah tetangga, seperti Kota Langsa, demi melihat langsung 17 tingkat air terjun ini yang sering muncul di media sosial.
Akses dan Rute Perjalanan
Jalur menuju Bandar Pusaka membutuhkan kondisi kendaraan yang baik, terutama pada musim hujan saat jalanan tanah bisa berubah menjadi licin dan berlumpur.
Warga lokal mengelola area parkir dengan tarif antara Rp5.000 hingga Rp10.000. Setelah menaruh kendaraan, tantangan berikutnya adalah menyusuri jalan setapak menuruni bukit hingga mencapai aliran air di dasar tebing.
Mengingat minimnya penanda di pedalaman hutan, berkomunikasi langsung dengan penduduk setempat merupakan langkah yang paling tepat untuk memastikan Kawan GNFI tidak salah mengambil jalur di tengah hutan.
Harga Tiket dan Jam Operasional
Akses masuk menuju Air Terjun Sangka Pane sejauh ini tidak memberlakukan jam operasional, namun kedatangan di pagi hari sangat disarankan untuk menghindari perjalanan pulang saat hari sudah gelap.
Belum ada biaya tiket masuk resmi di luar retribusi parkir yang dijalankan oleh masyarakat sekitar. Kawan GNFI perlu membawa bekal makanan dan minuman sendiri karena jarangnya warung makan di lokasi, serta diingatkan untuk membawa kembali seluruh sampah masing-masing.
Ayo agendakan waktu Kawan GNFI untuk menjelajahi lokasi di Bandar Pusaka ini. Biarkan suasana hutan yang tenang memulihkan tenaga, sembari tetap menjaga etika dan kelestarian lingkungan yang telah dijaga oleh warga secara turun-temurun.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


