Mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi daya tampung infrastruktur transportasi di Indonesia.
Tahun 2026 ini, InJourney Airports mencatat pergerakan yang cukup padat dengan melayani 8,8 juta penumpang di 37 bandara sepanjang periode 13-29 Maret. Angka ini naik 6,4% dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan yang didominasi oleh penumpang domestik yang mencapai 7 juta orang.
Tingginya mobilitas ini diikuti dengan penambahan rute penerbangan. Ada 53 rute baru yang dibuka di berbagai bandara kelolaan InJourney dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya. Secara operasional, tercatat 63.222 pergerakan pesawat dengan keterisian kursi (load factor) rata-rata di angka 81,6%.
"Kami mengoptimalkan kesiapan operasional yang optimal, koordinasi lintas stakeholders, dan optimalisasi pelayanan," ujar Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dalam keterangan tertulisnya.
Puncak Arus Balik dan Skor Layanan Bandara
Titik tersibuk dalam periode mudik kali ini terjadi pada arus balik tanggal 29 Maret 2026.
Bahkan, dalam satu hari, bandara-bandara InJourney melayani 603.575 penumpang, jumlah ini naik 14,8% dibandingkan puncak arus balik tahun lalu. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, maskapai juga merealisasikan 4.097 penerbangan tambahan atau extra flight.
Di tengah kepadatan tersebut, penilaian terhadap layanan bandara tetap menjadi perhatian.
Berdasarkan survei kepuasan pelanggan terhadap 2.000 responden, aspek dekorasi dan aktivitas bertema Ramadan di bandara mendapatkan skor 4,78 dari skala 5.
Dampak ke Destinasi dan Okupansi Hotel
Mobilitas masyarakat saat Lebaran ternyata tidak berhenti di terminal kedatangan.
Destinasi wisata seperti Prambanan dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi lokasi favorit dengan kunjungan masing-masing mencapai 130 ribu dan 116 ribu orang.
Jadi, secara total, ada 326.676 wisatawan yang tercatat mengunjungi berbagai lokasi yang dikelola oleh InJourney Destination Management.
Geliat wisata ini berimbas langsung pada bisnis perhotelan. InJourney Hospitality mencatata kenaikan tingkat hunian hotel rata-rata sebesar 9%.
Hotel bintang lima di Bali seperti Merusaka Nusa Dua dan Bali Beach Hotel menjadi unit dengan okupansi tertinggi. Sementara di Jakarta, Sarinah mencatat kunjungan 683 ribu orang yang didorong oleh berbagai program promosi bersama penyewa (tenant) selama libur Lebaran.
"Capaian positif ini sebagai refleksi kuatnya sinergi dalam ekosistem aviasi dan pariwisata," pungkas Maya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


