profil juwono sudarsono menhan sipil pertama yang pernah jabat posisi menteri di 4 kabinet berbeda - News | Good News From Indonesia 2026

Profil Juwono Sudarsono: Menhan Sipil Pertama yang Pernah Jabat Posisi Menteri di 4 Kabinet Berbeda

Profil Juwono Sudarsono: Menhan Sipil Pertama yang Pernah Jabat Posisi Menteri di 4 Kabinet Berbeda
images info

Profil Juwono Sudarsono: Menhan Sipil Pertama yang Pernah Jabat Posisi Menteri di 4 Kabinet Berbeda


Namanya jelas tak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sosoknya begitu membumi. Padahal, jika ditilik dari segi pendidikan dan jabatan, semuanya sangat mentereng.

Adalah Prof. Dr. Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan RI yang menjabat pada tahun 1990-2000 dan 2004-2009. Ia disebut-sebut menjadi salah satu putra terbaik bangsa berkat rekam jejaknya yang luar biasa.

Juwono adalah putra dr. Sudarsono Magnoenadikoesoemo, seorang dokter, diplomat, serta politikus yan pernah menjabat sebaai Menteri Dalam Negeri di masa Perdana Menteri Sutan Sjahrir, serta Menteri Negara Urusan Beras untuk India di Kabinet Sjahrir III.

Terlahir dari latar belakang keluarga yang berpendidikan, Juwono tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia mendapatkan gelar sarjananya di Universitas Indonesia (UI) di tahun 1965. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di The University of California, Berkeley, dan London School of Economics untuk mendapatkan gelar M.A dan Ph.D.

Juwono adalah dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Ia juga menjadi guru besar ilmu hubungan internasional. Bahkan, Juwono menjadi sosok pertama di Indonesia yang dikukuhkan sebagai guru besar ilmu hubungan internasional.

Di luar kariernya di bidang akademik, Juwono pernah menduduki deretan jabatan strategis di lima periode Presiden RI yang berbeda-beda. Ia menjadi Menteri Pertahanan RI pertama dari kalangan sipil.

Profil Juwono, Menteri Lintas Kabinet

Juwono tidak hanya berkutik di bidang akademik. Kariernya memang dimulai saat ia menjadi dosen di FISIP UI. Ia juga sempat menjabat sebagai Dekan FISIP UI periode 1988-1994.

Namun, di luar lingkup akademik, ia terkenal sebagai salah satu sosok kunci yang mengepalai sekaligus menjadi saksi reformasi pertahanan Indonesia. Juwono ditunjuk menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Pembangunan VII (1998), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Reformasi (1998-1999), dan Menteri Pertahanan Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) serta Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009).

Bukan hanya itu, Juwono juga pernah ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya pada 2003-2004. Namun, sebelum menjadi menteri di periode kabinet yang berbeda-beda, Juwono mengawali karier di pemerintahan saat ditunjuk menjadi Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) tahun 1995-1998.

Hal ini cukup unik, karena tak banyak tokoh publik yang bisa mendapatkan kepercayaan untuk mengemban jabatan setingkat menteri di periode presiden yang berbeda-beda. Juwono menunjukkan kapabilitasnya sebagai akademisi sekaligus pakar yang mampu mengemban amanah dengan baik.

Menhan Pertama dari Kalangan Sipil dengan Kinerja Moncer

Disadur dari situs resmi Kementerian Pertahanan RI, Juwono menjabat sebagai Menteri Pertahanan dari kalangan sipil. Juwono yang merupakan akademisi tulen itu ditunjuk oleh Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menjadi Menhan pada Oktober 1999-Agustus 2000.

Uniknya, sebelum “di-oper” menjadi Menhan, Juwono adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden Habibie yang menjabat pada Mei 1999-Oktober 1999. Ia dipilih kembali menjadi Menhan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tahun 2004.

Merangkum dari ANTARA, SBY menyebut jika penunjukan Juwono bukan tanpa sebab. SBY yang berasal dari kalangan militer ini menyebut jika ia butuh Menhan yang paham tentang hubungan internasional, pertahanan, hak asasi manusia, sampai demokrasi. Seluruh kriteria yang diinginkan SBY ada pada Juwono.

"Saya memilih untuk menempatkan seorang sipil yang cakap dan memahami masalah-masalah pertahanan, sehingga reformasi TNI bisa berjalan dengan baik dan kebijakan pertahanan berkembang secara efektif," kata SBY.

Meskipun dari kalangan nonmiliter, Juwono ternyata mampu memukau SBY. Di bawah komandonya, sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berkaitan dengan masalah pertahanan disusun dan diajukan ke DPR untuk diajukan menjadi UU, seperti RUU Komponen Cadangan, RUU Keamanan Nasional, RUU Rahasia Negara, RUU Peradilan Milter dan RUU Veteran.

SBY menyebut ia sering berdiskusi dengan Juwono jauh sebelum menjadi presiden. Salah satu topik yang dibahas mereka adalah tentang menyatukan pandangan militer dan sipil.

Juwono mengupayakan reformasi TNI dan menegakkan supremasi sipil semasa menjabat. Ia berupaya menertibkan bisnis di lingkungan TNI sampai memperkuat unsur sipil untuk menjabat posisi strategis di Kemnhan.

Masih dari ANTARA, Juwono, turut memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) serta menaruh perhatian lebih para prajurit TNI demi kesejahteraan mereka. Ia dikenal sebagai sosok pakar yang sangat dihormati semasa hidupnya.

Juwono wafat pada 28 Maret 2026. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi apiknya untuk Indonesia, ia dimakamkan di Taman Makam Pahawan (TMP) Kalibata pada 29 Maret 2026.

Jezanah sempat disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan sebelum dikebumikan. Mendiang dimakamkan dengan prosesi upacara militer dan dipimpin langsung oeh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.