Ryan Adriandhy adalah komika yang melejit namanya lewat kompeitisi lawakan tunggal (stand up comedy), Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) yang ditayangkan Kompas TV pada 2011 lalu. Tak sekadar berpartisipasi, pria lulusan Universitas Bina Nusantara (Binus) ini mendapat predikat juara.
Nama Ryan pun terkatrol setelahnya. Ia tampil dalam serial televisi Malam Minggu Miko dan sejumlah program tv yang lain.
Ryan lalu vakum dari dunia industri hiburan Indonesia untuk menimba studi animasi di Institut Teknologi Rochester. Sekembalinya ke Indonesia, ia kemudian terjun ke perfilman sebagai sutradara dan animator.
Kini Ryan terbilang sebagai sutradara yang sukses. Pada 2025 lalu, film animasi Jumbo yang digarapnya menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa.
Sukses dengan Jumbo, Ryan kembali menyutradarai film lain yaitu Na Willa yang baru saja tayang pada pertengahan Maret 2026 ini. Diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo, Ryan mengaku tertarik mengangkat kisah tersebut karena dirasanya memiliki kedekatan dengan keluarga di Indonesia.
Cerita Relevan Lintas Zaman
Ryan kembali meyakinkan banyak khalayak bahwa dirinya pantas menjadi salah satu sutradara pendatang baru kawakan. Setelah kesuksesan film Jumbo, ia kembali merilis film bertemakan anak-anak berjudul Na Willa.
Dari animasi ke live action, Ryan mengaku bahwa apapun formatnya yang terpenting ialah segi ceritanya. Baginya Na Willa memiliki konsep cerita menarik yang dirasa pantas ditampilkan dalam format live action.
“Aku seorang storyteller, jadi merasa bukan medium yang nentuin cerita tapi cerita yang nentuin medium. Jadi bukan kayak, ‘ah, udah animasi sekarang nyoba live action’,” ucap Ryan kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.
Bagi Ryan sendiri Na Willa memiliki cerita yang mendalam dan lekat dengan keluarga-keluarga di Indonesia. Meskipun latarnya tahun 1960-an, ia yakin kisahnya tetap relevan untuk tiap keluarga di segala zaman.
“Menurut sangat relevan dengan keluarga di Indonesia ini adalah adaptasi novel NaWilla. Di dalamnya banyak sekali momen dan peristiwa yang mengajak aku kembali ingat masa kecil. Real banget perasaannya tuh, dan menurutku pesan dan rasa yang disampaikan cerita novel Na Willa relevan lintas zaman,” ungkapnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

