ramadhan of food performative distribusikan 17000 paket rendang untuk sumatera - News | Good News From Indonesia 2026

Ramadhan of Food Performative’: Distribusikan 17.000 Paket Rendang untuk Sumatera

Ramadhan of Food Performative’: Distribusikan 17.000 Paket Rendang untuk Sumatera
images info

Ramadhan of Food Performative’: Distribusikan 17.000 Paket Rendang untuk Sumatera


Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, membuka acara “Ramadhan of Food Performative: Rendang untuk Sumatera” yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, Depok.

Acara yang digelar di Makara Art Center ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Marandang Institute, Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia, dan Dewan Kesenian Jakarta, serta berbagai pihak lainnya dalam rangka membantu warga terdampak bencana di Sumatra melalui distribusi 17.000 paket rendang siap saji.

Ramadhan of Food Performative: Rendang untuk Sumatera” memadukan gastronomi dengan seni pertunjukan, mulai dari musik, puisi, hingga pameran etnografi, sebagai wujud ekspresi budaya yang menyatu dalam semangat solidaritas Ramadan.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyebut pendekatan ini sebagai bentuk inovasi budaya yang menggabungkan unsur seni dan kepedulian sosial secara simultan. Ia menegaskan bahwa gastronomi atau pangan merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan.

“Rendang atau randang dalam penyebutan Minang adalah bagian dari kekayaan budaya kita yang luar biasa. Variannya sangat banyak, bahkan di Sumatra Barat saja terdapat puluhan jenis rendang di berbagai kabupaten dan kota. Inilah kekayaan megadiversity Indonesia, termasuk dalam kuliner,” jelas Menbud.

Mengapresiasi peran berbagai tokoh

Menbud Fadli juga mengapresiasi peran berbagai tokoh dan pegiat kuliner dalam menginternasionalkan rendang sebagai ikon gastronomi Indonesia. Menurutnya, promosi kuliner Nusantara di panggung global merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi dalam memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia.

Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menekankan bahwa pemilihan rendang sebagai bantuan pangan memiliki nilai strategis. Selain berbasis pangan lokal, rendang memiliki daya tahan lama tanpa bahan pengawet dan dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu proses pemanasan tambahan, sehingga sangat relevan untuk situasi bencana dan masa rehabilitasi.

“Gotong royong adalah kunci. Kolaborasi lintas institusi seperti ini menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan, kita dapat menghadirkan solusi nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” tambahnya.

Sinergi keseimbangan

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Indonesia Bidang Riset dan Inovasi, Hamdi Muluk, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merefleksikan falsafah Minangkabau “Tungku Tigo Sarajangan” yang menekankan sinergi dan keseimbangan dalam kepemimpinan dan kehidupan bermasyarakat.

“Kegiatan diplomasi budaya melalui rendang bukan hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara terdampak bencana. Ini adalah wujud kontribusi perguruan tinggi dan komunitas budaya bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, selaras dengan visi UI “Unggul dan Impactful untuk Indonesia”, kegiatan ini menegaskan peran universitas tidak hanya dalam pendidikan dan riset, tetapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat serta pemajuan kebudayaan.

Dalam kesempatan yang sama, Chef Aidil Usman menyampaikan bahwa gerakan “Rendang untuk Sumatera” kali ini menyiapkan 1,5 ton rendang. Untuk mendukung keberlanjutan gerakan tersebut, pihaknya telah menyiapkan 26 wajan, 26 kompor gas, dan 26 tungku sebagai investasi fasilitas produksi, yang dijalankan dengan semangat gotong royong dan donasi masyarakat.

Menurutnya, rendang bukan sekadar hidangan, melainkan representasi nilai-nilai kebudayaan dalam perspektif gastronomi, mengandung kesabaran, intensitas kerja, kebersamaan, dan penghargaan yang tinggi. “Ramadhan of Food Performative: Rendang untuk Sumatera” dihadiri oleh sejumlah tokoh tanah air antara lain Menteri Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak, Arifatul Choiri Fauzi; tokoh sekaligus budayawan Inayah Wahid; Chef Rendang “Marandang Institut”, Aidil Usman; Pakar Kuliner, William Wongso; serta para akademisi Universitas Indonesia.

Hadir pula mendampingi Menbud Fadli di antaranya Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokol dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayudha; Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Irini Dewi Wanti; Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Yayuk Sri Budi Rahayu; Direktur Promosi Kebudayaan, Undri; Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius; dan Direktur Film, Musik, dan Seni, Syaifullah.

Melalui “Ramadhan of Food Performative: Rendang untuk Sumatera”, Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan tidak hanya dimaknai sebagai pelestarian dan promosi, tetapi juga sebagai aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya, dalam hal ini gastronomi rendang dapat dihadirkan sebagai solusi kemanusiaan sekaligus diplomasi budaya yang memperkuat solidaritas nasional. Ke depan, kolaborasi lintas kementerian, perguruan tinggi, komunitas budaya, dan masyarakat luas diharapkan
terus tumbuh sebagai praktik gotong royong yang menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan pemersatu dan penggerak kepedulian bangsa.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.