mengenang try sutrisno sosok jenderal bersahaja dan wakil presiden ke 6 ri - News | Good News From Indonesia 2026

Try Sutrisno Meninggal Dunia, Inilah Profil Sosok Jenderal Bersahaja dan Wakil Presiden ke-6 RI

Try Sutrisno Meninggal Dunia, Inilah Profil Sosok Jenderal Bersahaja dan Wakil Presiden ke-6 RI
images info

Try Sutrisno Meninggal Dunia, Inilah Profil Sosok Jenderal Bersahaja dan Wakil Presiden ke-6 RI


Indonesia kembali berduka. Salah satu putra terbaik bangsa, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Senin, 2 Maret 2026, pukul 09.18 WIB. Mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia tersebut mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dalam usia 90 tahun.

Kabar mengenai Try Sutrisno meninggal dunia ini membawa kesedihan mendalam bagi keluarga besar TNI dan rakyat Indonesia. Sosoknya dikenal bukan hanya sebagai pemimpin militer yang tegas, tetapi juga sebagai negarawan yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan dan loyalitas kepada NKRI. Sebagai tokoh sentral di era Orde Baru, profil Try Sutrisno tetap relevan sebagai teladan bagi generasi penerus.

Masa Kecil dan Awal Karir Militer

Melihat kembali biografi Try Sutrisno, beliau lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia tumbuh dari latar belakang keluarga yang sangat sederhana; ayahnya, Subandi, adalah seorang petugas pemadam kebakaran, sementara ibunya, Mardiyah, adalah ibu rumah tangga.

Semangat juangnya sudah terlihat sejak remaja ketika ia harus bekerja menjajakan koran dan menjadi loper untuk membantu ekonomi keluarga. Tekadnya mengabdi pada negara membawanya mendaftarkan diri ke Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD). Meski sempat gagal di tes kesehatan awal, kegigihannya membuat beliau akhirnya diterima dan lulus pada tahun 1959.

Pengalaman lapangan pertamanya dimulai dengan keterlibatan dalam operasi penumpasan pemberontakan PRRI pada akhir 1950-an. Inilah awal mula karir militer Try Sutrisno yang gemilang di angkatan darat.

Titik Balik: Ajudan Presiden hingga Panglima ABRI

Karir Try Sutrisno mengalami lompatan strategis pada tahun 1974 ketika ia terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Kedekatan ini memberikan Try pemahaman mendalam mengenai manajemen negara dan politik nasional. Kepercayaan Soeharto terhadap Try Sutrisno terus meningkat, yang terlihat dari rentetan promosi jabatan penting yang diterimanya:

  • Pangdam Jaya (1982–1985): Bertanggung jawab atas stabilitas keamanan ibu kota.
  • Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (1985–1986).
  • Kepala Staf Angkatan Darat / KSAD (1986–1988).
  • Panglima ABRI (1988–1993): Puncak karir militernya sebelum memasuki dunia politik formal.

Selama memimpin ABRI, ia dikenal sebagai panglima yang disiplin namun tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada prajuritnya. Ia sering turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesejahteraan anggota di barak.

Pengabdian sebagai Wakil Presiden RI (1993–1998)

try sutrisno saat menjabat sebagai wakil presiden RI | wikimedia commons
info gambar

try sutrisno saat menjabat sebagai wakil presiden RI | wikimedia commons


Puncak pengabdian sipil beliau adalah ketika terpilih sebagai Wakil Presiden ke-6 RI periode 1993–1998. Menariknya, pencalonan Try Sutrisno merupakan inisiatif kuat dari fraksi ABRI di MPR, yang kemudian disetujui secara aklamasi.

Selama mendampingi Presiden Soeharto, Try Sutrisno berperan aktif dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika pembangunan yang pesat. Beliau dikenal sebagai "ban serep" yang efektif, mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah, militer, dan masyarakat. Meskipun berada dalam lingkaran kekuasaan tertinggi, beliau tidak pernah kehilangan jati dirinya yang rendah hati.

Legasi dan Kehidupan Pasca-Jabatan

Setelah masa jabatannya berakhir, Try Sutrisno tidak benar-benar pensiun dari urusan bangsa. Beliau aktif di Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) serta berbagai organisasi sosial.

Hingga usia senja, pandangan politiknya tetap tajam. Beliau sering memberikan masukan kritis namun santun kepada pemerintahan yang sedang berjalan, terutama mengenai isu-isu kedaulatan, ideologi Pancasila, dan keutuhan bangsa. Beliau menerima berbagai tanda jasa tertinggi, termasuk Bintang Republik Indonesia Adipradana.

Ringkasan Biodata & Penghargaan:

  • Nama Lengkap: Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno
  • Tempat, Tanggal Lahir: Surabaya, 15 November 1935
  • Istri: Tuti Sutiawati
  • Pendidikan Terakhir: ATEKAD (1959)
  • Jabatan Tertinggi: Wakil Presiden RI (1993-1998), Panglima ABRI (1988-1993)

Sosok Teladan di Mata Keluarga dan Bangsa

Di kehidupan pribadi, Try Sutrisno adalah sosok ayah yang hangat bagi ketujuh anaknya. Nilai-nilai kejujuran dan kesederhanaan ditanamkan dengan kuat dalam keluarganya. Beliau adalah bukti nyata bahwa kekuasaan tidak harus mengubah karakter seseorang menjadi angkuh.

Salah satu kutipan terkenal beliau yang sering diingat adalah: "Pengabdian kepada bangsa tidak mengenal batas waktu dan jabatan. Selama nafas masih dikandung badan, kita adalah prajurit bagi tanah air ini."

Penutup: Penghormatan Terakhir untuk Sang Negarawan

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan lubang besar dalam sejarah kepemimpinan Indonesia. Beliau adalah saksi sekaligus aktor kunci dalam berbagai transformasi besar negeri ini. Berdasarkan informasi awal, jenazah beliau akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Profil Try Sutrisno akan selalu dikenang sebagai standar ideal seorang prajurit pejuang dan negarawan sejati. Selamat jalan, Pak Try. Terima kasih atas segala darma bakti bagi Ibu Pertiwi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Raras Wenny lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Raras Wenny.

RW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.