taman nasional baluran kawasan konservasi yang disemati julukan africa van java - News | Good News From Indonesia 2026

Taman Nasional Baluran, Kawasan Konservasi yang Disemati Julukan ‘Africa van Java’

Taman Nasional Baluran, Kawasan Konservasi yang Disemati Julukan ‘Africa van Java’
images info

Taman Nasional Baluran, Kawasan Konservasi yang Disemati Julukan ‘Africa van Java’


Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi dengan keragaman ekosistem paling lengkap di Pulau Jawa. Luas totalnya berdasarkan ketentuan terbaru mencapai 29.041,68 hektare, terdiri atas 26.990 hektare daratan dan sekitar 2.051 hektare perairan laut. 

Kawasan ini mencakup berbagai tipe ekosistem, mulai dari hutan musim, hutan pantai, hutan mangrove, hutan payau, savana, hingga terumbu karang. Sekitar 40 persen wilayah daratannya berupa savana alami, dengan Padang Savana Bekol sebagai yang terluas di Jawa.

Melihat Fauna di TN Baluran

Baluran menjadi habitat penting bagi berbagai jenis satwa liar. Data pengelola mencatat sedikitnya 28 jenis mamalia dan ratusan jenis burung hidup di kawasan ini. Satwa kunci yang dilindungi di zona inti antara lain banteng (Bos javanicus), rusa timor (Rusa timorensis), kijang (Muntiacus muntjak), macan tutul (Panthera pardus), ajak atau anjing hutan (Cuon alpinus), trenggiling (Manis javanica), serta merak hijau (Pavo muticus). Zona inti difungsikan sebagai area perlindungan utama habitat satwa-satwa tersebut.

Keanekaragaman burung di Baluran menunjukkan dinamika yang signifikan. Pada 1990 tercatat 155 jenis, kemudian meningkat menjadi 234 jenis. Namun, dalam Laporan Review Fauna 2013 disebutkan hanya 201 jenis yang terpantau aktif, sementara lebih dari 30 jenis tidak lagi ditemukan. 

Staf Pengendali Ekosistem Hutan TN Baluran, Swiss Winnasis, menyatakan, “Pendataan burung di Baluran dimulai tahun 1920 sampai dengan kurun 1970-an. Sebenarnya angka 234 jenis burung itu mengenaskan karena kita telah kehilangan lebih dari 30 jenis burung yang tidak ditemukan lagi sampai sekarang.”

Dari total 234 jenis burung, 65 di antaranya dilindungi secara nasional. Sebanyak 15 jenis masuk kategori terancam menurut IUCN, termasuk merak hijau dengan populasi sekitar 900–1.500 individu di Baluran, jalak putih (Sturnus melanopterus) yang tersisa sangat sedikit, serta rangkong badak subspesies Jawa (Buceros rhinoceros silvestris) dengan jumlah kurang dari 10 individu terpantau. Baluran juga menjadi lokasi penting bagi 12 spesies burung endemik Jawa, termasuk elang jawa (Nisaetus bartelsi) dan gelatik jawa (Padda oryzivora).

Keanekaragaman Flora Tinggi

Selain fauna, Baluran memiliki kekayaan flora yang tinggi. Laporan Review Potensi Flora 2013 mencatat 475 spesies tumbuhan dari 100 famili, meningkat dari 423 spesies pada 1977. Komposisinya meliputi 144 jenis pohon, 76 perdu, 59 rumput, 135 herba, 42 liana, lima anggrek, serta sejumlah paku dan epifit. 

Beberapa jenis penting yang dilindungi di zona inti antara lain trenggulun (Protium javanicum), bayur (Pterospermum javanicum), kemiri (Aleurites moluccana), mimba (Azadirachta indica), dan aren (Arenga pinnata).

Namun, pengelolaan flora menghadapi tantangan dari spesies invasif dan eksotik. Tercatat sedikitnya 21 jenis invasif dan 31 jenis eksotik yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. Beberapa di antaranya adalah Acacia auriculiformis, gamal (Gliricidia sepium), dan kersen (Muntingia calabura). Pengendalian jenis-jenis ini menjadi bagian penting dari strategi konservasi untuk menjaga dominasi vegetasi asli savana dan hutan musim.

baca juga

Punya Ekosistem yang Beragam

Pengelolaan Baluran dibagi ke dalam beberapa zona, antara lain zona inti, rimba, perlindungan bahari, pemanfaatan, tradisional, rehabilitasi, dan khusus. Zona rimba dimanfaatkan untuk penelitian dan kegiatan konservasi terbatas, sementara zona pemanfaatan dan perlindungan bahari diperuntukkan bagi wisata alam dan bahari dengan pengawasan ketat.

Dengan komposisi ekosistem darat dan laut yang beragam, Baluran menjadi representasi penting keanekaragaman hayati Jawa Timur. Keberadaan savana, hutan musim, mangrove, serta perairan pesisir dalam satu kawasan menjadikan taman nasional ini sebagai lokasi strategis untuk perlindungan satwa liar dan tumbuhan asli. 

Upaya pemantauan populasi, pengendalian spesies invasif, serta penguatan perlindungan habitat menjadi kunci menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Baluran.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.