Bahasa Inggris telah menjadi bahasa internasional yang digunakan dalam pendidikan, pekerjaan, hingga komunikasi digital. Di Indonesia, materi tentang tenses mulai dikenalkan sejak sekolah dasar dan terus dipelajari hingga jenjang yang lebih tinggi.
Meski demikian, tidak sedikit pembelajar yang masih merasa bingung dalam menggunakannya. Tenses sering dianggap sebagai kumpulan rumus yang rumit, padahal jika dipahami secara menyeluruh, ia adalah sistem yang logis untuk menjelaskan waktu dan proses suatu peristiwa.
Hakikat Tenses dalam Struktur Bahasa Inggris
Tenses merupakan sistem perubahan bentuk kata kerja untuk menunjukkan waktu terjadinya suatu peristiwa.
Dalam bahasa Indonesia, kata kerja tidak mengalami perubahan bentuk berdasarkan waktu. Seseorang cukup menambahkan keterangan seperti “kemarin”, “sekarang”, atau “besok”. Sebaliknya, dalam bahasa Inggris, perubahan waktu berpengaruh langsung terhadap bentuk kata kerja.
Sebagai contoh, kata kerja write dapat berubah menjadi wrote untuk menyatakan masa lampau dan menjadi will write untuk masa depan. Perubahan ini tidak hanya menunjukkan kapan suatu peristiwa terjadi, tetapi juga bagaimana prosesnya berlangsung.
Menurut Practical English Usage karya Michael Swan, sistem tenses dalam bahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan waktu (time), tetapi juga aspek (aspect), yakni apakah suatu kejadian sudah selesai, sedang berlangsung, atau memiliki dampak hingga saat ini.
Ruang Lingkup dan Pengguna Tenses
Penggunaan tenses mencakup seluruh aktivitas komunikasi berbahasa Inggris. Pelajar sekolah menggunakannya saat menyusun kalimat sederhana. Mahasiswa membutuhkannya ketika menulis esai akademik.
Profesional memakainya dalam laporan kerja, surat elektronik, dan presentasi. Bahkan kreator konten digital memerlukan ketepatan tense untuk membangun kredibilitas.
Lembaga pendidikan bahasa seperti British Council menekankan bahwa penguasaan tata bahasa, termasuk tenses, berperan penting dalam membangun kepercayaan diri berkomunikasi di lingkungan global. Artinya, siapa pun yang menggunakan bahasa Inggris akan bersentuhan dengan sistem ini.
Dimensi Waktu dalam Sistem Tenses
Secara umum, tenses dibagi menjadi tiga dimensi waktu utama: present (masa kini), past (masa lampau), dan future (masa depan). Dari ketiganya berkembang variasi bentuk yang dikenal sebagai 12 tenses dalam pembelajaran formal.
Present tense digunakan untuk menyatakan fakta umum, kebiasaan, atau kondisi saat ini.
Contoh: She works every day.
Past tense digunakan untuk menceritakan kejadian yang telah terjadi.
Contoh: She worked yesterday.
Future tense digunakan untuk menyatakan rencana atau prediksi.
Contoh: She will work tomorrow.
Dalam kajian linguistik modern yang dijelaskan oleh Rodney Huddleston dan Geoffrey K. Pullum dalam The Cambridge Grammar of the English Language, pembagian ini sebenarnya merupakan kombinasi antara sistem waktu dan aspek yang membentuk struktur makna dalam kalimat.
Konteks Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Tenses digunakan di berbagai tempat dan situasi. Di ruang kelas, guru menjelaskan pola kalimat untuk membantu siswa memahami perbedaan waktu. Di dunia kerja, penggunaan tense yang tepat menentukan kejelasan laporan dan korespondensi bisnis. Dalam media sosial, pemilihan tense memengaruhi cara audiens memahami cerita atau opini yang disampaikan.
Ketika seseorang menulis pengalaman perjalanan, ia cenderung menggunakan past tense. Saat membagikan rutinitas harian, present tense menjadi pilihan.
Ketika berbicara tentang rencana masa depan, future tense digunakan. Dengan demikian, penggunaan tenses selalu terkait dengan konteks waktu dan tujuan komunikasi.
Alasan Fundamental Pentingnya Tenses
Pemahaman tenses penting karena berhubungan langsung dengan makna. Kesalahan dalam memilih tense dapat menyebabkan perubahan arti kalimat.
Perhatikan contoh berikut:
I eat breakfast at 7 a.m. menunjukkan kebiasaan.
I am eating breakfast menunjukkan kegiatan yang sedang berlangsung.
I have eaten breakfast menunjukkan bahwa kegiatan sudah selesai dan relevan dengan kondisi sekarang.
Tanpa pemilihan tense yang tepat, pesan yang disampaikan bisa menjadi ambigu atau membingungkan. Dalam ujian kemampuan bahasa seperti IELTS atau TOEFL, ketepatan tata bahasa menjadi salah satu komponen penilaian yang signifikan.
Strategi Penguasaan yang Sistematis
Penguasaan tenses memerlukan pendekatan yang terstruktur. Menghafal rumus tanpa memahami fungsi sering kali membuat pembelajar kesulitan menerapkannya dalam praktik.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Memahami fungsi setiap tense dalam konteks kalimat.
Menggunakan garis waktu untuk memvisualisasikan perbedaan waktu.
Melatih penulisan jurnal harian untuk membiasakan variasi tense.
Membaca teks berbahasa Inggris agar terbiasa melihat penggunaan nyata dalam konteks.
Referensi akademik dari Cambridge University Press dan Oxford University Press dapat membantu pembelajar memperdalam pemahaman tata bahasa secara lebih komprehensif.
Tantangan bagi Pembelajar Indonesia
Perbedaan sistem tata bahasa antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris menjadi tantangan utama. Dalam bahasa Indonesia, kata kerja tidak berubah meskipun waktu berubah. Hal ini membuat banyak pembelajar secara tidak sadar menerjemahkan kalimat secara langsung.
Sebagai contoh:
“Saya sudah menyelesaikan tugas” sering diterjemahkan menjadi “I already finish the task.”
Bentuk yang benar adalah “I have finished the task.”
Kesalahan tersebut terjadi karena konsep present perfect tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pemahaman konsep menjadi kunci utama, bukan sekadar hafalan.
Relevansi di Era Global
Di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi lintas negara, kemampuan menggunakan bahasa Inggris dengan tepat semakin dibutuhkan. Tenses menjadi fondasi agar ide dapat tersampaikan secara runtut dan profesional.
Pemahaman yang baik tentang sistem ini membantu pembelajar menjawab kebutuhan komunikasi global, baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun pengembangan diri. Dengan latihan yang konsisten dan pendekatan kontekstual, tenses tidak lagi menjadi momok, melainkan alat yang mempermudah penyampaian gagasan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


