rekomendasi film indonesia ramadan - News | Good News From Indonesia 2026

5 Rekomendasi Film Indonesia agar Ramadan Lebih Bermakna

5 Rekomendasi Film Indonesia agar Ramadan Lebih Bermakna
images info

5 Rekomendasi Film Indonesia agar Ramadan Lebih Bermakna


Ramadan menjadi momen refleksi diri bagi umat muslim. Setiap waktu yang kita miliki di bulan suci ini biasanya diupayakan agar lebih bermakna, baik melalui ibadah maupun memperkaya diri lewat hal-hal lain yang memberi nilai positif.

Menonton film bisa menjadi alternatif kegiatan untuk mengisi waktu luang sambil tetap mendapatkan pembelajaran.

Untuk Kawan GNFI, berikut beberapa film Indonesia yang dapat menemani Ramadan dengan kisah yang sarat makna dan penuh pembelajaran.

1. Mencari Hilal

Mencari Hilal merupakan film religi bertema perjalanan karya sutradara Ismail Basbeth yang tayang perdana pada 15 Juli 2015. Film ini menghadirkan dinamika hubungan ayah dan anak yang memiliki pandangan berbeda mengenai kehidupan dan pemahaman agama. 

Heli merupakan seorang aktivis lingkungan yang sudah lama tidak pulang ke rumah karena kesibukannya. Hubungannya dengan sang ayah, Mahmud, juga tidak harmonis.

Mahmud adalah sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam setiap aspek hidupnya. Ia memegang teguh keyakinan dan prinsip yang ia yakini benar.

Konflik bermula ketika Mahmud merasa kecewa mengetahui bahwa sidang isbat akan dilaksanakan dengan biaya milyaran rupiah.

Menurutnya, hilal bisa ditentukan tanpa harus mengeluarkan anggaran sebanyak itu. Ia pun bersikeras melakukan perjalanan mencari hilal sendiri untuk membuktikan pemahamannya seperti yang dulu ia pernah lakukan.

Keadaan memaksa Heli ikut menemani ayahnya. Dari sinilah, perjalanan mereka dimulai. Selama 94 menit, film ini tidak hanya menampilkan pencarian hilal secara fisik, tetapi juga perjalanan batin tentang toleransi, keyakinan, dan juga hubungan keluarga.

2. Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara merupakan film karya Affandi Abdul Rahman yang tayang pada tahun 2012. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ahmad Fuadi. Mengangkat kisah perjuangan remaja dalam menempuh pendidikan di pesantren.

Alif baru saja lulus SMP. Ia dan temannya, Randai, memiliki cita-cita untuk bersekolah SMA di Bandung, lalu melanjutkan studinya di ITB seperti idola mereka yaitu BJ Habibie.

Harapan Alif pun sirna karena ayahnya memutuskan untuk memasukkannya ke pondok pesantren di Ponorogo, Jawa Timur. Alif akhirnya menuruti perkataan ayahnya walau dengan setengah hati.

Lambat laun hatinya berubah setelah bersahabat dengan lima kawan sekamarnya yang berasal dari berbagai daerah. Mereka sering berkumpul di atas menara pesantren sambil membicarakan mimpi-mimpi mereka.

Pertemanan semakin hangat setelah keenam anak tersebut mendengar motivasi yang diberikan sang ustaz “Man Jadda Wa Jadda”. Artinya siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Kata-kata itulah yang semakin mendorong semangat enam sahabat tersebut.

3. 99 Cahaya di Langit Eropa

Mungkin Kawan GNFI sudah tidak asing dengan film ini, biasanya film ini ditayangkan pada momen-momen Ramadan atau Lebaran.

99 Cahaya di Langit Eropa, merupakan film karya Guntur Soeharjanto yang juga diadaptasi dari novel karya Hanum Salsabiela Rais dan suaminya, Rangga Almahendra.

Film ini menceritakan kehidupan sepasang suami istri bernama Hanum dan Rangga di Vienna, Austria. Hanum baru saya pindah ke Eropa menyusul suaminya yang sudah terlebih dahulu tinggal di sana untuk melanjutkan studi.

Jenuh karena hanya berdiam diri di rumah, Hanum memutuskan untuk mencari pekerjaan, tetapi terkendala masalah bahasa.

Hanum memutuskan untuk mengikuti kursus bahasa Jerman dan bertemu dengan seorang wanita muslim yang berasal dari Turki bernama Fatma Pasha.

Mereka pun berteman. Dari sanalah perjalanan spiritual Hanum dan Rangga dimulai. Melalui film ini kita akan diajak berkeliling menyusuri jejak-jejak peradaban Islam di Eropa.

Sinema ini juga menghadirkan refleksi tentang toleransi, pencarian jati diri dan bagaimana memaknai kehidupan sebagai seorang muslim.

4. Nussa

Nussa merupakan film Animasi hasil adaptasi dari serial Animasi populer dengan judul yang sama. Tayang perdana pada tahun 2021, film ini berhasil mendapatkan penghargaan Film Animasi Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia di tahun yang sama.

Film ini berfokus pada seorang anak laki-laki bernama Nussa, yang memiliki ketertarikan tinggi pada bidang sains. Nussa gemar bereksperimen dengan membuat roket dari barang-barang bekas.

Suatu waktu, Nussa berkesempatan untuk mengikuti sebuah kompetisi sains, tetapi fokusnya tiba-tiba berubah semenjak kedatangan teman baru yang juga menjadi rivalnya, Jonni.

Jonni merupakan anak baru di sekolahnya yang juga memiliki ketertarikan dan kemampuan serupa, hanya saja Jonni memiliki peralatan yang lebih canggih, sehingga teman-teman Nussa pun kini lebih memerhatikan Jonni.

Walaupun memiliki pendekatan cerita yang ringan, film ini akan banyak memberikan pembelajaran tentang nilai-nilai persahabatan hingga cinta kasih dalam keluarga.

5. Sabtu Bersama Bapak

Sabtu Bersama Bapak merupakan film drama karya Monty Tiwa yang tayang pada 2016 silam. Meskipun bukan film yang secara eksplisit mengangkat tema keagamaan atau berkaitan erat dengan Ramadan, film ini masih dapat dinikmati sebagai bentuk refleksi diri dan juga pembelajaran mengenai nilai-nilai keluarga dan juga kebaikan.

Tayangan ini menceritakan tentang sebuah keluarga harmonis yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak bernama Cakra dan Satya.

Hidup mereka tiba-tiba berubah ketika sang ayah diketahui hanya memiliki waktu satu tahun tersisa di dunia.

Sang ayah memutuskan untuk membuat video rekaman berisikan pesan-pesan sebagai bentuk pelajaran atau wejangan untuk anak-anaknya.

Secara terjadwal, video rekaman yang sudah dibuat oleh sang ayah sebelumnya ditayangkan setiap hari Sabtu oleh sang Ibu untuk ditonton bersama.

Rekaman itu menjadi panduan hidup bagi kedua anaknya hingga dewasa dan membangun rumah tangga masing-masing. Berbagai konflik pun datang menghiasi hidup para tokoh di dalamnya.

Namun, film ini berhasil memberikan banyak pelajaran mengenai kehidupan dan bagaimana seharusnya kita menghadapi masalah.

Dari lima film di atas, mana yang ingin Kawan GNFI tonton lebih dulu?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.