Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University melaksanakan program bertajuk PONI (Pohpohan Nori Tamansari) di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Program ini merupakan upaya mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi lokal desa melalui pengolahan daun pohpohan menjadi produk bernilai tambah secara ekonomi.
Daun pohpohan selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas utama masyarakat Desa Tamansari. Namun, pemanfaatannya masih terbatas sebagai sayuran segar dengan harga jual yang relatif rendah.
Padahal, tanaman ini memiliki potensi pengembangan yang besar, baik dari segi kandungan nutrisi yang kaya antioksidan maupun teknik pembudidayaannya yang tergolong mudah. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKNT IPB University menginisiasi program PONI sebagai langkah inovatif untuk meningkatkan nilai ekonomi daun pohpohan melalui diversifikasi produk olahan.
Melalui program PONI, daun pohpohan diolah menjadi produk konsumsi serupa nori, dengan memanfaatkan karakteristik daun pohpohan sebagai alternatif pengganti rumput laut yang umumnya digunakan dalam pembuatan nori.
Pemilihan produk serupa nori ini dikarenakan banyaknya minat terutama anak-anak pada makanan atau snack berbasis nori. Hal ini yang menjadikan adanya inovasi diversifikasi produk pentinng terutama dalam memanfaatkan peluang pasar yang sudah berubah dikalangan anak-anak. Inovasi ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani pohpohan di Desa Tamansari.
Rangkaian kegiatan PONI tidak hanya berfokus pada proses pengolahan, tetapi juga mencakup pelatihan pengemasan pangan yang aman, pembuatan desain label dan logo produk, pemanfaatan platform digital untuk pemasaran, hingga pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran non-tunai.
Program ini dirancang secara komprehensif agar masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memasarkan produk secara mandiri.
“Program PONI ini digagas untuk menjawab permasalahan yang dihadapi para petani pohpohan Desa Tamansari, seperti harga jual pohpohan yang dinilai masih kurang memadai dan pemasaran pohpohan yang belum maksimal,” ujar Gibran Rabbani Abiansyah, salah satu penggagas program PONI dalam kegiatan KKN tersebut.
Sementara itu, Aurora Levina Maharani, selaku penggagas program PONI lainnya, menjelaskan bahwa sebelum pelatihan dilakukan, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan riset dari berbagai artikel dan jurnal ilmiah.
“Sebelum pelatihan pembuatan nori dari pohpohan ini dilakukan, kami melakukan riset terlebih dahulu dari berbagai artikel dan jurnal terkait. Kami mencari tahu tentang apa itu pohpohan, produk apa saja dari daun pohpohan yang sudah ada, hingga akhirnya kami mencetuskan ide pembuatan nori dari pohpohan ini. Setelah itu kami melakukan trial and error pembuatan nori sehingga menghasilkan produk nori yang baik dan siap untuk diterapkan di masyarakat,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan PONI sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Januari 2026. Kegiatan diawali dengan pelatihan pembuatan nori dari daun pohpohan pada 8 Januari, yang meliputi pengenalan bahan, alat, serta demonstrasi proses produksi.
Pada 9 Januari, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengemasan pangan yang aman serta pembuatan desain logo produk untuk meningkatkan daya tarik konsumen. Puncak kegiatan berlangsung pada 10 Januari 2026 dengan pelatihan pemanfaatan platform digital berupa Shopee sebagai sarana pemasaran produk, yang kemudian ditutup dengan pembuatan QRIS sebagai upaya digitalisasi sistem pembayaran. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Tamansari mengikuti perkembangan teknologi dalam kegiatan usaha.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama rangkaian kegiatan berlangsung. Partisipasi aktif dan diskusi interaktif mewarnai setiap sesi pelatihan. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa program ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.
“Saya baru tahu ternyata daun pohpohan bisa diolah menjadi nori. Pelatihan desain logo dengan Canva dan penggunaan QRIS juga sangat membantu. Baru pertama kali kegiatan pelatihan mulai dari pembuatan produk hingga pemasaran bahkan desainnya saya ikuti” ujarnya.
Melalui program PONI, mahasiswa KKNT IPB University berharap inovasi nori berbahan dasar pohpohan dapat menjadi terobosan baru dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Selain itu, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesiapan masyarakat Desa Tamansari dalam mengadopsi teknologi digital secara berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


