demam zootopia 2 ular viper biru asli indonesia kini mendunia - News | Good News From Indonesia 2026

Demam Zootopia 2, Ular Viper Biru Asli Indonesia Kini Mendunia

Demam Zootopia 2, Ular Viper Biru Asli Indonesia Kini Mendunia
images info

Demam Zootopia 2, Ular Viper Biru Asli Indonesia Kini Mendunia


Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, termasuk untuk kelompok reptil. 

Di antara berbagai spesies ular yang hidup di Nusantara, Trimeresurus insularis atau ular viper biru menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena warna tubuhnya yang tidak umum. 

Dalam beberapa waktu terakhir, spesies ini kembali menjadi sorotan publik setelah kemunculan karakter Gary De’Snake dalam film animasi Zootopia 2. 

Karakter ular biru tersebut disebut terinspirasi dari sosok ular viper biru asli Indonesia, sehingga memicu rasa ingin tahu masyarakat global terhadap spesies ini.

Asal-usul Ular Viper Biru

Ular viper biru dikenal secara ilmiah dengan nama Trimeresurus insularis, yang juga kerap disebut Cryptelytrops insularis dalam literatur herpetologi. 

Spesies ini termasuk dalam famili Viperidae dan subfamili Crotalinae atau pit viper, yaitu kelompok ular berbisa yang memiliki organ pendeteksi panas di antara mata dan lubang hidung. Panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 93 sentimeter. 

Di Indonesia, ular ini memiliki berbagai sebutan lokal, salah satunya “ular bangkai laut”, serta dikenal pula sebagai Sunda pit viper atau blue Indonesian pit viper.

Warna Biru Mencolok

Salah satu keunikan utama Trimeresurus insularis adalah variasi warna tubuhnya yang berkaitan erat dengan wilayah sebaran. Warna hijau merupakan bentuk yang paling umum dan ditemukan dari Jawa hingga Kepulauan Sunda Kecil. 

Namun, bentuk berwarna biru pucat hingga biru kehijauan hanya ditemukan di wilayah Sunda Kecil, seperti Bali, Lombok, Flores, hingga Pulau Komodo. 

Penelitian filogeografi yang dilakukan Bagus Priambodo pada 2018 menjelaskan bahwa variasi warna ini merupakan fenomena spesifik pulau. Dalam kajian tersebut disebutkan bahwa bentuk biru hanya terdapat di Sunda Kecil, sementara bentuk kuning hanya ditemukan di Pulau Wetar.

Hidup di Hutan Tropis

Ular viper biru hidup di hutan tropis kering dan daerah bersemak, mulai dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 880 meter di atas permukaan laut. Spesies ini bersifat arboreal, lebih banyak menghabiskan waktu di pepohonan hingga ketinggian sekitar 15 meter. 

Aktivitasnya dominan pada malam hari atau nokturnal. Dalam hal reproduksi, ular ini bersifat ovovivipar, yaitu melahirkan anak secara langsung. Sekali melahirkan, induk dapat menghasilkan sekitar 11 hingga 17 anakan dengan panjang tubuh sekitar 14 sampai 19 sentimeter.

Pemangsa Mamalia Kecil

Secara ekologis, Trimeresurus insularis berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Ular dewasa memangsa burung, tikus, dan mamalia kecil lainnya, sementara individu muda lebih banyak memakan kodok, cicak, dan kadal. 

Dengan memangsa vertebrata kecil, ular ini membantu mengendalikan populasi hewan-hewan tersebut di alam. Keberadaannya menjadi bagian dari rantai makanan yang penting di wilayah Wallacea dan kawasan Sunda Kecil.

baca juga

Terancam Diburu

Sebagai pit viper, ular viper biru memiliki taring berengsel berongga yang digunakan untuk menyuntikkan bisa ke mangsanya. Bisa ular ini bersifat hemotoksik dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan serta gangguan pembekuan darah. 

Meskipun tingkat kematiannya relatif lebih rendah dibandingkan beberapa spesies viper lain, gigitan Trimeresurus insularis tetap berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera. Karena itu, interaksi langsung dengan manusia selalu berisiko.

Kepopuleran karakter Gary De’Snake dalam Zootopia 2 membawa perhatian baru terhadap ular viper biru. Visual karakter yang ceria dan berwarna biru terang membuat banyak orang tertarik mengenal ular ini lebih jauh. 

Namun, peningkatan popularitas juga berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama terkait perdagangan ilegal satwa liar. 

Di alam, ular ini kerap dibunuh karena dianggap berbahaya, sementara di sisi lain keindahan warnanya menjadikannya incaran kolektor. 

Saat ini, Trimeresurus insularis belum dinilai secara global oleh IUCN dan tidak termasuk spesies dengan status konservasi kritis di Indonesia. 

Meski demikian, pengawasan populasi dan edukasi publik tetap penting agar popularitasnya tidak justru mengancam kelestarian ular viper biru sebagai salah satu kekayaan hayati asli Indonesia.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.