ngeri furky syahroni pernah kena ams saat daki gunung di nepal - News | Good News From Indonesia 2026

Ngeri! Furky Syahroni Pernah Kena AMS saat Daki Gunung di Nepal

Ngeri! Furky Syahroni Pernah Kena AMS saat Daki Gunung di Nepal
images info

Ngeri! Furky Syahroni Pernah Kena AMS saat Daki Gunung di Nepal


Furky Syahroni adalah pendaki perempuan Indonesia yang telah dikenal namanya lewat sepak terjangnya. Sosoknya mudah dikenal karena aktivitas naik turun gunung yang dilakukannya dibagikan melalui akun media sosialnya @FurkyTM.

Kehadiran Furky di kancah pendakian nasional membawa napas baru bagi pemberdayaan perempuan. Melalui konten-kontennya, ia menunjukkan bahwa perempuan mampu menghadapi medan berat, cuaca ekstrem, dan beban ransel yang berat dengan manajemen yang tepat. Ia menjadi sosok yang mendorong lebih banyak pendaki wanita untuk berani mengeksplorasi alam tanpa rasa takut, tetapi tetap mengutamakan etika dan keselamatan.

Adapun kecintaan Furky terhadap aktivitas naik turun gunung tidak mekar begitu saja. Ia beranjak dari kegiatan fisik lain dan barulah memulai pendakian untuk sekadar mencoba.

Dari Sofbol ke Mendaki

Mendaki gunung bukanlah hal mudah. Biasanya hanya mereka yang memiliki badan dan mental terlatih bisa menaklukkan tiap tanjakan untuk mencapai titik puncaknya.

Beruntuglah Furky dibekali jasmani yang kuat. Sebelum fokus mendaki, ia berpredikat atlet sofbol sehingga staminanya sudah terbentuk.

“Dulu aku pekerja kantoran biasa, tapi sebelum itu atelt nasional di cabang olahraga sofbol 10 tahunan,” ucap Furky kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Furky yang kemudian vakum dari sofbol masih memiliki hasrat memiliki hobi baru di tengah kesibukan pekerjaan. Maka dicobalah mendaki gunung setelah diajak kawannya

Awalnya, Furky dihinggapi pikiran bahwa mendaki gunung lebih sekadar rekreasi semata. Namun, setelah mencobanya ia merasakan bahwa mendaki gunung bukanlah perkara mudah meskipun badan sudah terbentuk karena kebiasaan berolahraga.

“Waktu pertama kali nanjak tuh di satu jam nanjak, ‘Wah kayaknya olahraga ini enggak cocok deh’. Tapi ternyata pas turun pingin balik lagi,” ungkapnya.

Kena AMS

Aktivitas mendaki gunung tidaklah mudah terutama bagi orang awam. Dibutuhkan ilmu pengetahuan yang cukup agar pendakian lancar sampai titik puncak. Jika itu belum cukup, tentu rekan perjalanan yang lebih berpengalaman mesti senantiasa mendampingi supaya menghadirkan keamanan dan kenyamanan bagi pendaki pemula.

Namun, bagi pendaki berpengalaman, proses pendakian gunung tidak selamanya mulus. Mereka yang berpengalaman kerap berjumpa dengan tantangan di tengah pendakian sehingga tidak bisa menggapai target yang diinginkan. Furky sendiri pernah merasakan itu sewaktu mendaki gunung di Nepal. 

“Saya kemarin baru dari gunung Nepal dan gagal mencapai summit karena sakit penyakit ketinggian AMS (Acute Mountain Sickness) namanya. Dan di situ yang saya pelajari adalah gunung tidak akan melihat niat baik atau kerja keras kita,” ucap Furky.

Dikutip dari Emc.id, AMS adalah kondisi ketika tubuh berkurang kadar oksigennya saat berada di suatu tempat yang memengaruhi sistem saraf. Sejumlah gejala AMS biasanya muncul seusai beberapa jam pendakian di antaranya batuk, sesak, dan hilang koordinasi. Furky sendiri merasakan kondisi mengerikan itu kala menapaki trek terjal di suhu ekstrem.

“Waktu itu saya sudah kena pusing simtom AMS walaupun saya belum ngeh karena kayaknya demam biasa. Saya waktu itu di treknya bukan landai, tapi kayak tebing salju bawa beban sendiri di trek terjal dan sedingin itu. Itu pengalaman yang semoga enggak akan keulang sih. Capek banget!” katanya lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.