Pasbana - Di Minangkabau, bambu—atau batuang—bukan sekadar tanaman yang tumbuh di tepi sungai, lereng bukit, atau belakang rumah. Ia adalah guru yang diam, tapi petuahnya panjang.
Orang tua dulu merangkumnya dalam kalimat sederhana, namun maknanya sanggup menampar kesadaran: “Ibaraik aua jo tobiang, sanda basanda kaduonyo.” Bambu dan tebing, saling sandar agar sama-sama tak tumbang.
Filosofi itu terasa relevan hari ini, di tengah banjir bandang, longsor, dan cuaca yang makin susah ditebak. Alam seperti sedang berkata, “Kalian dulu rajin belajar dariku, sekarang kok sering bolos?”
Baca Selengkapnya

