i made andi arsana dosen baik itu yang menabung cerita - News | Good News From Indonesia 2026

I Made Andi Arsana: Dosen Baik Itu yang Menabung Cerita

I Made Andi Arsana: Dosen Baik Itu yang Menabung Cerita
images info

I Made Andi Arsana: Dosen Baik Itu yang Menabung Cerita


I Made Andi Arsana ialah akademisi, pakar hukum laut internasional, dan tokoh pendidikan asal Indonesia yang tengah dikenal namanya khususnya melalui platform media sosial. Sosoknya tak jarang muncul dalam sejumlah konten yang membahas isu pendidikan sampai isu-isu politik luar negeri terkini.

Pria bergelar doktor ini telah menempuh pendidikan tinggi prestisiusnya. Dimulai dari mengambil gelar sarjana Teknik Geodisi di Universitas Gadjah Mada (UGM), lalu dilanjutkannya di University of New South Wales dan University of Wollongong, Australia.

Sosok yang kerap disapa Bli Andi ini kini dikenal pula sebagai dosen di jurusan Teknik Geodisi UGM. Di tempat kerja inilah ia mendapat pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa yang kini akrab dengan teknologi. Saat ditemui Good News From Indonesia, Bli Andi menceritakan metode mengajarnya yang menurutnya efektif yaitu menabung cerita, seperti apa?

Menabung Cerita

Alangkah menyenangkannya memiliki dosen dengan berilmu dan berpengetahuan luas. Karena dari situ ia bisa menularkan seluruh kemampuannya di kelas kepada anak didiknya yang mungkin bisa diterapkan dalam lingkungan akademik.

Namun, menurut Bli Andi wawasan ilmu pengetahuan saja belumlah cukup. Ia merasa dosen baik ialah yang memiliki tabungan cerita tentang pengalaman hidup yang kelak berguna menjadi kompas dalam kehidupan.

“Saya jauh confident bercerita sesuatu atau ngajar dengan pengalaman. Bukan dengan teori tang saya baca puluhan tahun, apalagi teori yang saya baca tadi malamnya,” kata Bli Andi kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Andi meyakini proses pembelajaran yang baik itu tidak melulu fokus membicarakan materi. Perlu adanya selingan-selingan kisah dari pengajar agar anak didik memahami cara kerja dunia.

“Kalau di Teknik mungkin umumnya PPT itu relatif agak sama karena ngomong rumus, metode. Tapi pengelaman terhadap objek itu terhadap topik harus kaya karena kalau enggak akan kering sekali. Jadi dosen yang baik adalah dosen yang menabung cerita. Cerita yang terbaik itu datang dari pengalamannya,” katanya lagi.

Hati-hati di Era Teknologi

Selain metode belajar, Bli Andi juga menyinggung soal mahasiswa zaman sekarang yang dipermudah dengan kecanggihan teknologi. Berbekal bantuan internet, menggali informasi atau referensi memang menjadi begitu mudah. Tinggal ketik kata kunci, maka munculah hasil penelusuran untuk dijadikan modal untuk belajar dan menyelesaikan tugas dari kampus.

Bli Andi sendiri mengakui hal tersebut, walaupun menurutnya tidak selamanya keberuntungan dari kemudahan itu berimplikasi ke kebaikan. Karena ada kalanya manusia menjadi lepas kendali dan akan menyalahgunakan teknologi yang mungkin akan merugikan dirinya sendiri.

“Teknologi juga menyebabkan banyak hal yang tidak sebaik yang kita bayangkan. Misalnya dengan adanya kemudahan bagi kita untuk mengatakan sesuatu untuk mengekspresikan sesuatu di media dan media sosial membuat orang bisa ngomong apa aja. Sekarang orang memaki dengan bahasa yang sama didengar ratusan ribu orang. Jadi saya kira ini selain beruntung juga sangat rawan,” ujar Bli Andi.

Platform media sosial memang menjadi wadah ekspresi keluh kesah bagi setiap orang dalam dua dekade lebih terakhir ini. Konten-konten yang biasanya relevan dengan isu kekinian pun bisa dengan mudah memancing perhatian jika dipublikasikan langsung melalui media sosial. Bli Andi pun berharap anak-anak muda bisa lebih berhati-hati memanfaatkan “keberuntungan” ini, karena kalau tidak itu akan menjadi bumerang yang suatu saat akan melukai sendiri.

“Jadi yang saya pikirkan tentang anak muda sekarang berarti selain beruntung tadi mereka semestinya harus sangat berhati-hati karena mereka sedang hidup di dunia mereka seperti live show setiap hari. Berarti harus berhati-hati dalam mengungkapkan sesuatu dan segala macam,” ucapnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.