seharian membicarakan masa depan hospitality di universitas ciputra - News | Good News From Indonesia 2026

Seharian Membicarakan Masa Depan Hospitality di Universitas Ciputra

Seharian Membicarakan Masa Depan Hospitality di Universitas Ciputra
images info

Seharian Membicarakan Masa Depan Hospitality di Universitas Ciputra


"Navigating The Next Wave of Hospitality Excellence"

Jika Kawan GNFI sudah membaca artikel berjudul Seharian Belajar Hospitality di Universitas Ciputra, maka artikel berikut merupakan lanjutannya. Sesi pemaparan materi dan diskusi belum selesai. Masih ada tiga narasumber dan lima perwakilan dari Casa Grande (General Manager Association Hotel Surabaya) yang siap melanjutkan diskusi tentang hospitality.

Setelah sesi diskusi bersama Himpunan Humas Hotel Surabaya (H3S), acara dilanjutkan dengan pemaparan materi keempat oleh Rusli Arsyad, CHA., General Manager Gets Premier Hotel Semarang. T

opik yang dibahas yaitu Digital Marketing & Content Strategy for Hospitality Brands. Poin-poin yang disampaikan meliputi peran penting digital marketing untuk memperkenalkan jasa dan layanan kepada masyarakat, penggunaan konten dan ulasan dari pengunjung bisa menjadi salah satu bentuk digital marketing yang ampuh untuk menaikkan kunjungan, penggunaan brand (seperti tag line, lagu, slogan, dll) sangat diperlukan agar mudah diingat, perlunya persiapan yang matang sebelum produk dirilis dan dijual, serta postingan dari seseorang di media sosial tanpa diminta dan dibayar bisa menjadi salah satu media promosi paling ampuh selain penggunaan jasa periklanan maupun influencer.

Materi kelima disampaikan oleh Dr. Sugito Adhi, S.T.Par., M.M.Par., Cluster General Manager Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama. Topik yang dibahas yaitu Leadership & Human Capital Transformation in Hospitality Industry.

Poin-poin yang disampaikan meliputi sumber daya manusia (SDM) menentukan hotel mencapai tujuannya seperti pengalaman dan pelayanan kepada pelanggan, leadership mempengaruhi perkembangan hotel (seperti memotivasi SDM, membangun persepsi, hingga meningkatkan kinerja), transformasi sangat diperlukan dalam menghadapi perkembangan zaman, pesan untuk berhati-hati kepada media karena perkembangan teknologi berjalan sangat cepat, serta penampilan dan pengalaman seseorang sangat berpengaruh terhadap persepsi masyarakat.

Materi keenam disampaikan oleh Haidar Anash Rullah, S.T.Par.,CHRM., Corporate Regional HRM Waringin Hospitality. Topik yang dibahas yaitu Talent Transformation & Future Workforce in Hospitality. Poin-poin yang disampaikan meliputi tantangan di dunia hospitality (terutama di era digital), penjabaran hospitality upskilling dan integrasi softskill, serta strategi pengembangan hospitality.

Setelah pemaparan materi dari keenam narasumber selesai, acara dilanjutkan sesi diskusi kedua bersama lima perwakilan dari Casa Grande (General Manager Association Hotel Surabaya). Topik diskusi yang diangkat adalah Strategic Hotel Leadership 2025: Vision, Innovation & Competitive Edge for Surabaya’s Hospitality Industry.

Fokus diskusi membahas tentang tantangan utama hotel di Surabaya, inovasi layanan dan operasional yang dilakukan GM masing-masing, serta arah industri hotel Surabaya dalam 3–5 tahun ke depan. Lima perwakilan dari Casa Grande (General Manager Association Hotel Surabaya) yaitu Ni Komang Darmiati (General Manager Grand Inna Tunjungan), Dedy Sulistyanto (General Manager Palm Park Hotel Surabaya & Convention Surabaya), Dodi Wijayanto (General Manager Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya dan Sekjen Casa Grande), Moh. Adam Maulidin (General Manager Goldvitel Surabaya), dan Sugiono Turwibowo (General Manager Artotel Cabin Bromo).

Dari kelimanya, berikut intisari dari diskusi bersama Casa Grande (General Manager Association Hotel Surabaya).

  1. Dibutuhkan adaptasi dan inovasi untuk bisa menaikkan kunjungan tamu ke hotel. Maksudnya adalah kegiatan atau hal apa yang disukai oleh pengunjung sekarang. Misal pengunjung sekarang lebih tertarik dengan kuliner, maka hotel perlu membuat acara atau kegiatan kuliner yang beda dari konsep cafe atau tempat nongkrong pada umumnya agar banyak tamu yang berkunjung.
  2. Poin arah industri dalam kurun waktu 3~5 tahun ke depan, yaitu membagi kelas wisatawan di daerah-daerah yang ada di Kota Surabaya dan mengintegrasikan AI dalam hospitality.
  3. Perhotelan perlu melakukan pendekatan berdasarkan karakteristik tamu dengan menghadirkan suasana yang berbeda, seperti menghadirkan live musicatau bazar makanan tradisional.
  4. Dunia kuliner tidak akan pernah ada "matinya" selama masih ada manusia yang membutuhkan makan dan minum, bahkan inovasi dunia kuliner sudah mengalami perubahan yang sangat pesat dalam kurun waktu sekitar 20 tahun belakangan.
  5. Memanfaatkan AI semaksimal mungkin dan sebaik-baiknya untuk hal yang lebih positif, tetapi jangan lupa untuk melakukan evaluasi di setiap inovasi yang dihadirkan.

Dari acara Hospitality Day 2025, kita belajar bahwa dunia hospitality sangat luas dan sebagian besar mengarah ke bidang pariwisata. Mulai dari penginapan, tempat makan, tempat nongkrong, dan lain sebagainya.

Selain di bidang pariwisata, hospitality juga ada di bidang kesehatan. Yang mana bukan hanya fokus kepada pasien saja, tetapi juga kenyamanan keluarga pasien. Harapannya, semoga acara bertajuk hospitality bisa diselenggarakan setiap tahun guna memberikan pembekalan pelayanan yang lebih baik lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

HR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.