Meski masyarakat mengakui risiko kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan, ekspektasi terhadap stabilitas makro dan keberlanjutan kebijakan pemerintah menjadi penyangga utama sentimen tersebut.
Makin Tahu Indonesia Fondasi ekonomi Indonesia dinilai lebih solid dibandingkan periode krisis sebelumnya. Rasio utang pemerintah yang terkendali, stabilitas sektor perbankan, serta cadangan devisa yang memadai memberikan ruang kebijakan bagi otoritas fiskal dan moneter.
Bank Indonesia mempertahankan pendekatan yang berhati-hati, menyeimbangkan kebutuhan menjaga stabilitas nilai tukar dengan upaya mendukung pertumbuhan.
Di tingkat akar rumput, daya tahan ekonomi tercermin dari adaptasi sektor informal dan UMKM. Pelaku usaha kecil memanfaatkan digitalisasi untuk menekan biaya distribusi dan menjangkau konsumen baru, sementara sektor ekonomi kreatif dan jasa berbasis teknologi tetap mencatat pertumbuhan, meski dengan laju yang lebih moderat.
Belanja rumah tangga, yang menyumbang lebih dari separuh produk domestik bruto, masih menjadi motor utama pertumbuhan. Program perlindungan sosial dan subsidi yang lebih terarah membantu menjaga daya beli, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah.


