Disini, disebuah sudut desa di wilayah Kecamatan Cigombong, ada sebuah kampung yang bernama Raweuy, sebuah perkampungan yang ada di Desa Ciadeg, Cigombong, Bogor, Jawa Barat ini menyimpan cerita unik dan menarik, dimana terdapat sekelompok pemuda yang memilih untuk tidak diam. Mereka menyebut dirinya 'BENALOE'.
Sebuah komunitas yang tumbuh dari ingatan, keresahan, dan tekad untuk terus berkarya di tengah perubahan zaman. Bagi mereka, Raweuy bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang hidup tempat benih-benih cerita kehidupan diukir bersama.
Setiap hari di Raweuy menyimpan kisah sederhana yang membekas. Tawa pecah di antara obrolan ringan, cerita tentang kereta yang melintas rutin setiap pukul tujuh pagi dan lima sore menjadi penanda waktu yang akrab.
Ada nyanyian yang dilantunkan tanpa panggung megah, hanya suara-suara damai yang lahir dari kebersamaan. Ruang ini menjadi pengingat masa lalu, saat layang-layang dikejar hingga senja, saat permainan tradisional menjadi ajang menabur kebahagiaan, bukan sekadar kompetisi, melainkan cara merawat tradisi dan budaya gotong royong yang mengedepankan kebersamaan.
Namun waktu berjalan. Banyak hal yang berubah. Ruang bermain menyempit, kebahagiaan yang dulu hadir secara alami perlahan tergeser oleh kepentingan dan kuasa. Kedamaian yang sempat tercipta mengalami pengikisan sedikit demi sedikit. Kenangan-kenangan itu kini 'tak lagi hadir secara utuh, sebagian hanya tersimpan dalam ingatan kolektif mereka yang pernah mengalaminya.
Di tengah situasi tersebut, BENALOE memilih untuk tidak menyerah pada nostalgia dan cerita kenangan masa lalu semata. Alih-alih larut dalam kehilangan, mereka menjadikannya sebagai bahan bakar untuk terus bergerak. Berkarya menjadi bentuk perlawanan yang paling jujur. Bukan dengan amarah, melainkan dengan konsistensi, kreativitas, dan semangat kebersamaan.
Salah satu kekuatan BENALOE terletak pada regenerasi yang terus hidup. Tidak ada jarak antara yang lebih dulu hadir dan yang baru bergabung. Tidak ada senioritas yang membatasi peran.
Semua berjalan setara, saling belajar, dan saling menguatkan. Nilai-nilai sosial dipupuk bersama, membentuk karakter yang tangguh dan bermental baja hingga siap menghadapi tantangan tanpa kehilangan empati, silaturahmi dan persaudaraan.

Penampilan Seni Penca Silat Cimande yang diwariskan turun-temurun | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Melalui berbagai aktivitas, BENALOE berupaya menghidupkan kembali seni dan budaya yang perlahan meredup. Mereka menyatukan semangat pemuda yang membara, bergerak layaknya api yang menyala bukan untuk membakar, tetapi untuk menerangi segala bentuk impian dan harapan. Energi kolektif ini melahirkan generasi demi generasi yang memilih jalur positif: berkesenian, bersosial, dan menjaga ruang hidup agar tetap manusiawi.
BENALOE bukan sekadar komunitas kreatif, melainkan contoh bagaimana ruang kecil dapat memiliki dampak besar. Mereka membuktikan bahwa harapan tidak selalu lahir dari fasilitas lengkap atau dukungan besar, tetapi dari kemauan untuk terus bergerak bersama. Di Raweuy, karya menjadi bahasa perlawanan yang paling tenang sekaligus paling kuat.
Dalam satu semangat yang terus digaungkan “BENALOE, NGONAHHH” mereka merawat api kebersamaan agar tidak padam. Sebuah pengingat bahwa selama ada pemuda yang mau berkarya dan saling menjaga, cerita tentang kebahagiaan, budaya, dan harapan akan selalu menemukan jalannya untuk hidup kembali.
Benaloe menjadi simpul komunitas kreatif yang menjadi harapan baru yang dapat menjadi wadah untuk menghimpun generasi yang mencintai akar serta nilai, yang dapat menghidupkan potensi lokal, menciptakan sumberdaya manusia yang memiliki pola pikir berkembang, sehingga dapat menjadi ruang kreatif yang dapat membuka lapangan kerja baru sehingga mampu memberikan dampak terhadap terciptanya ekonomi masyarakat, memberikan kontribusi untuk lingkungan dan sosial.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


