i made andi arsana sepakat ai harus digunakan asal - News | Good News From Indonesia 2026

I Made Andi Arsana Sepakat AI Harus Digunakan, Asal...

I Made Andi Arsana Sepakat AI Harus Digunakan, Asal...
images info

I Made Andi Arsana Sepakat AI Harus Digunakan, Asal...


I Made Andi Arsana adalah seorang akademisi, pakar hukum laut internasional, dan tokoh pendidikan asal Indonesia yang tengah dikenal terutama melalui platform media sosial. Sosoknya kerap muncul dalam sejumlah konten yang membahas isu pendidikan sampai politik luar negeri.

Pria bergelar doktor ini telah menempuh pendidikan tinggi prestisiusnya. Dimulai dari mengambil gelar sarjana Teknik Geodisi di Universitas Gadjah Mada (UGM), lalu dilanjutkannya di University of New South Wales dan University of Wollongong, Australia.

Sosok yang kerap disapa Bli Andi ini kini dikenal pula sebagai dosen di jurusan Teknik Geodisi UGM. Di tempat kerja inilah ia mendapat pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa yang kini akrab dengan teknologi. Menurut Bli Andi, kehati-hatian perlu ada dalam diri muda-mudi akademisi masa kini, mengapa?

Hati-hati di Era Teknologi

Alangkah beruntungnya mahasiswa zaman sekarang. Kemudahan mencari informasi ilmu pengetahuan sebegitu mudahnya didapat dari jarak jauh melalui teknologi gawai yang semakin canggih. Dengan bantuan internet, ketik kata kunci, maka munculah referensi untuk belajar dan menyelesaikan tugas dari kampus.

Bli Andi sendiri mengakui hal tersebut, walaupun menurutnya tidak selamanya keberuntungan dari kemudahan itu berimplikasi ke kebaikan. Karena ada kalanya manusia menjadi lepas kendali dan akan menyalahgunakan teknologi yang mungkin akan merugikan dirinya sendiri.

“Teknologi juga menyebabkan banyak hal yang tidak sebaik yang kita bayangkan. Misalnya dengan adanya kemudahan bagi kita untuk mengatakan sesuatu untuk mengekspresikan sesuatu di media dan media sosial membuat orang bisa ngomong apa aja. Sekarang orang memaki dengan bahasa yang sama didengar ratusan ribu orang. Jadi saya kira ini selain beruntung juga sangat rawan,” ucap Bli Andi kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Platform media sosial memang menjadi wadah ekspresi keluh kesah bagi setiap orang dalam dua dekade lebih terakhir ini. Konten-konten yang biasanya relevan dengan isu kekinian pun bisa dengan mudah memancing perhatian jika dipublikasikan langsung melalui media sosial. Bli Andi pun berharap anak-anak muda bisa lebih berhati-hati memanfaatkan “keberuntungan” ini, karena kalau tidak itu akan menjadi bumerang yang suatu saat akan melukai sendiri.

“Jadi yang saya pikirkan tentang anak muda sekarang berarti selain beruntung tadi mereka semestinya harus sangat berhati-hati karena mereka sedang hidup di dunia mereka seperti live show setiap hari. Berarti harus berhati-hati dalam mengungkapkan sesuatu dan segala macam,” ucapnya.

Penggunaan AI di Lingkungan Kampus

Selain media sosial, kemajuan teknologi menghadirkan kecerdasan buatan (AI) yang pelan-pelan semakin dekat dengan kehidupan umat manusia. Tidak dipungkiri sifatnya untuk memudahkan pekerjaan, tetapi tidak jarang pula dari eksistensi AI kecurangan-kecurangan kerap hadir sehingga manusia terlalu bergantung kepadanya.

Di lingkungan kampus, penggunaan AI pun semakin marak. Bli Andi sebagai pengajar sepakat AI harus dimanfaatkan walaupun tetap harus ada batasannya.

“Justru (AI) harus kita gunakan karena dia mempercepat banyak sekali proses. Jadi proses yang repetitif, proses yang sifatnya itu ngumpulin sesuatu yang sudah ada, merapikan sesuatu itu saya kira AI harus digunakan, asalkan menggunakannya itu membuat kalian jadi lebih pintar atau lebih baik, bukan membuat merasa, ‘Oh, gampang ngerjain tugas ini nanti kasih AI aja’,” ucap Bli Andi.

Di kelas sendiri Bli Andi telah mendemonstrasikan AI secara positif. Ia menakankan bahwa AI mesti dijadikan asisten belajar bukan sebagai alat berpikir untuk mengeksekusi pekerjaan rumah.

“Yang paling penting bisa enggak ya kita jadikan teman belajar, membuat kita secara signifikan lebih pintar, lebih luas wawasannya. Itu saya kembangkan sekarang,” katanya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.