Kepemimpinan dan dampak selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari DNA AIESEC. Sejak berdiri, AIESEC senantiasa meyakini bahwa setiap anak muda memiliki potensi untuk menjadi changemaker, yaitu pemimpin yang mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.
Keyakinan ini diwujudkan secara nyata dalam Bandung Youth Leadership Conference (BYLC) 2025, konferensi tahunan lokal yang diselenggarakan oleh AIESEC in Bandung dengan tujuan membentuk kepemimpinan melalui pembelajaran bermakna dan koneksi yang kuat. Tahun ini, konferensi yang dilaksanakan pada tanggal 8–9 Juni 2025 di Pasar Baru Square Hotel, Bandung, mengusung tema “Unlock the Magic of Leadership and Impact” yang terinspirasi dari seri ikonik Harry Potter.
Dengan tagline “Leaders Who Lead with Heart and Vision”, BYLC mengajak para peserta (delegates) untuk memulai sebuah perjalanan transformasi, yang penuh dengan emosi, pertumbuhan, kolaborasi, dan penemuan jati diri.
Sejak para delegates memasuki venue, mereka disambut dengan chant penuh makna “Welcome Home” yang menjadi ciri khas konferensi lokal AIESEC in Bandung. Sambutan hangat ini menandai awal dari perjalanan transformasi yang akan mereka jalani, serta mengingatkan setiap delegate bahwa mereka telah tiba di ruang yang aman—tempat di mana pertumbuhan, koneksi, dan rasa memiliki akan tumbuh subur. Konferensi secara resmi dimulai dengan Opening Plenary yang dipandu oleh Kak Elliana, Chair dari BYLC 2025 sekaligus Local Chapter President AIESEC in Bandung 2023.
Ia menyampaikan pesan pembuka yang penuh semangat dan inspiratif, yang menjadi landasan nilai dan tujuan dari keseluruhan rangkaian konferensi ini.
Dokumentasi Pribadi
Sesi pertama bertajuk “Why AIESEC Exists: Living Our Purpose, Leading with Values” membawa delegates menyelami akar dari AIESEC, Golden Circle, serta nilai-nilai utama yang dipegang organisasi. Para delegates diajak memahami tujuan keberadaan AIESEC dan bagaimana organisasi ini memberdayakan anak muda untuk menciptakan dampak positif. Tidak hanya berbagi pengetahuan, sesi ini juga mendorong refleksi mendalam terhadap nilai dan aspirasi pribadi masing-masing peserta.
Terinspirasi dari dunia Harry Potter, sesi selanjutnya “The Chamber of Portfolios: Unlocking AiB’s Magic of Impact” mengajak delegates mengenal lebih dalam tentang dinamika internal AIESEC in Bandung. Mulai dari pemahaman terhadap tujuan organisasi, hingga pengenalan terhadap berbagai program AIESEC in Bandung, para delegates dibimbing untuk membayangkan dampak yang dapat mereka ciptakan secara individu maupun kolektif.
Menyadari bahwa pembelajaran yang sejati tumbuh dalam kegembiraan, sesi “House Cup Glory” menghadirkan semangat Hogwarts ke dalam BYLC. Delegates ikut serta dalam berbagai permainan yang energik dan kreatif, membangun semangat kebersamaan sekaligus menyegarkan pikiran untuk sesi-sesi berikutnya.
Kepemimpinan bukan hanya soal memimpin orang lain, tetapi dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. Dalam sesi “The Leadership of Spellbook: Unlocking Your Inner Dumbledore”, delegates diajak menggali lebih dalam tentang esensi menjadi seorang pemimpin. Sesi ini menghadirkan kisah-kisah pribadi dari Executive Board (EB) AIESEC in Bandung, yang membagikan perjuangan, titik balik, dan proses pertumbuhan mereka selama perjalanan di AIESEC.
Sesi “Hogwarts Tools: Mastering Spells for Smarter Time and Task Management” memberikan bekal nyata berupa alat dan strategi praktis untuk mengelola waktu serta tanggung jawab secara efektif—baik dalam konteks AIESEC maupun kehidupan sehari-hari.
Delegates juga berkesempatan untuk praktik langsung menggunakan berbagai productivity tools, kalender, dan kerangka prioritas yang dapat menunjang perkembangan mereka sebagai pemimpin muda.
Hari pertama konferensi ditutup dengan Evening Plenary yang menginspirasi, dilanjutkan dengan acara paling dinanti: CC Party. Dalam perayaan penuh keajaiban ini, para delegates berubah menjadi para penyihir, menampilkan busana bertema Harry Potter dalam sebuah fashion show, mengikuti berbagai permainan seru, dan mengakhiri malam dengan bernyanyi bersama di bawah gemerlap cahaya warna-warni. Malam itu menjadi momen yang dipenuhi tawa, kebahagiaan, dan kenangan tak terlupakan.
Dokumentasi Pribadi
Hari kedua konferensi dimulai dengan Morning Plenary dan sesi spesial bertajuk “Time to Rise: The Phoenix Awakens”. Dalam sesi ini, kisah perjalanan AIESEC in Bandung dibuka—tentang bagaimana entitas ini bangkit kembali seperti burung Phoenix dari berbagai tantangan dan ketidakpastian hingga kembali menjadi organisasi yang berkembang pesat.
Para delegates juga diperkenalkan dengan maskot AIESEC in Bandung, yaitu Phoenix, yang melambangkan kekuatan, kelahiran kembali, dan inspirasi.
AIESEC merupakan ekosistem yang terdiri dari berbagai departemen, fungsi, dan kepribadian yang beragam. Sesi “Wizard in Unity: How AIESEC Works as One” menjembatani kesenjangan antardepartemen dengan menyajikan gambaran umum tentang peran dan tanggung jawab masing-masing tim. Melalui sesi ini, delegates memahami alur kerja internal organisasi, sehingga mendorong empati dan kolaborasi lintas fungsi yang lebih solid.
Untuk memanusiakan struktur kepemimpinan dan mempererat koneksi, sesi “From Muggle to Master: Get to Know Your EBs” memberikan ruang bagi delegates untuk berinteraksi lebih dekat dengan Executive Board (EB). Melalui permainan dan sesi berbagi cerita, para delegates mengenal para EB lebih dalam—tidak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai individu, sehingga terbentuk hubungan yang penuh pengertian dan keakraban.
Sebelum ditutup, BYLC memberikan penghargaan kepada delegates terbaik dalam sesi Awards yang penuh kehangatan. Konferensi ini mencapai puncaknya melalui Closing Plenary yang disampaikan oleh Chair Kak Elliana, berisi refleksi mendalam, air mata syukur, dan luapan rasa cinta yang terasa di ruangan.
Momen terakhir ini menjadi penutup yang penuh makna untuk BYLC 2025—banyak yang menggambarkannya sebagai pengalaman yang mengubah hidup dan menyentuh jiwa.
Rakean, salah satu delegate BYLC 2025, mengutarakan antusiasmenya terhadap acara ini. "Saya mendapatkan banyak hal, terutama tentang bagaimana AIESEC bekerja dan apa itu AIESEC dari berbagai perspektif. Acara ini sangat menyenangkan dan merupakan tempat yang tepat untuk memperluas jaringan saya di dalam LC saya sendiri. Acara ini membantu saya untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan saya karena pengalaman yang diberikan oleh para EB dapat membantu saya untuk menentukan langkah selanjutnya," ujarnya.
BYLC 2025 bukan sekadar sebuah konferensi. Ia adalah sebuah perjalanan yang begitu emosional dan memberdayakan—perjalanan yang memadukan kebahagiaan, refleksi, keberanian untuk menjadi rentan, pertumbuhan, dan koneksi dalam satu pengalaman yang indah.
Dari CCs hingga delegates, dari Chair hingga para Facilitators, setiap orang melangkah pulang dengan semangat yang diperbarui, rasa bangga yang mendalam, dan hati yang penuh dengan kenangan tak ternilai.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


