Bali memang identik dengan ayam betutu, sate lilit, dan pie susu. Namun, di balik kuliner populernya, Pulau Dewata juga memiliki beragam camilan tradisional atau jaje yang masih mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Sebagian bahkan menjadi bagian dari upacara adat dan kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Nah, berikut rekomendasi 10 camilan khas Bali yang wajib Kawan coba!
10 Camilan Khas Bali yang Wajib Dicoba
1. Jaje Laklak

Jaje Laklak | Foto: (Wikipedia Commons | Joseagush)
Jaje Laklak merupakan jajanan pasar khas Bali yang terbuat dari tepung beras. Rasanya gurih dengan sedikit manis karena disajikan bersama kelapa parut dan gula aren cair. Kue ini banyak dijual di pasar pagi dan sering menjadi menu sarapan masyarakat Bali.
2. Bagiak
Bagiak berasal dari daerah Bali Utara dan dibuat dari tepung sagu dengan tambahan gula serta rempah seperti jahe atau kayu manis. Teksturnya renyah dan tahan lama sehingga lebih sering dijadikan oleh-oleh khas Bali daripada jajanan pasar.
3. Jaje Pisang Rai
Jaje Pisang Rai dibuat dari pisang yang dibalut adonan tepung beras, kemudian direbus dan dilapisi kelapa parut. Rasanya manis dan lembut. Camilan ini banyak dijumpai di pasar tradisional serta kerap disajikan dalam acara adat.
4. Jaje Batun Bedil
Nama Batun Bedil berarti "peluru" karena bentuknya bulat kecil. Camilan berbahan tepung ketan ini disajikan dengan kuah santan dan gula aren sehingga memiliki rasa gurih dan manis. Jaje Batun Bedil termasuk jajanan pasar yang populer.
5. Rujak Bulung

Rujak Bulung | Foto: (Wikipedia Commons | Okkisafire)
Rujak Bulung merupakan camilan khas Bali yang menggunakan rumput laut segar sebagai bahan utama. Hidangan ini disiram kuah berbumbu khas yang menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar. Rujak Bulung banyak dijual di warung tradisional, terutama di wilayah pesisir.
6. Jaje Uli

Jaje Uli | Foto: (Wikipedia Commons | Joseagush)
Jaje Uli dibuat dari beras ketan yang dikukus lalu ditumbuk hingga padat. Rasanya gurih karena dipadukan dengan kelapa. Selain dijual di pasar tradisional, camilan ini juga sering hadir sebagai pelengkap dalam upacara keagamaan.
7. Jaja Bendu

Jaja Bendu | Foto: (Wikipedia Commons | Joseagush)
Jaja Bendu terbuat dari tepung beras yang diisi gula merah lalu dibungkus daun pisang sebelum dikukus. Teksturnya lembut dengan isian yang manis. Jajanan pasar ini juga kerap menjadi bagian dari sajian tradisional Bali.
8. Klepon Bali

Jaja Bendu | Foto: (Pexels | Firman Marek_Brew)
Klepon Bali memiliki bentuk bulat dengan isian gula aren cair dan balutan kelapa parut. Rasanya manis dan kenyal. Meski dikenal di berbagai daerah Indonesia, klepon tetap menjadi salah satu jaje yang mudah ditemukan di pasar tradisional Bali.
9. Sumping Waluh

Sumping Wuluh | Foto: (Wikipedia Commons | Joseagush)
Sumping Waluh dibuat dari labu kuning, tepung beras, santan, dan gula yang dibungkus daun pisang. Rasanya manis dengan aroma daun pisang yang khas. Camilan ini sering dijual di pasar tradisional dan juga disajikan pada acara keluarga.
10. Godoh Pisang Bali

Ilustrasi Godoh Pisang Bali | Foto: (Wikipedia Commons | Supardisahabu)
Godoh Pisang adalah pisang yang dicampur adonan tepung lalu digoreng hingga berwarna keemasan. Rasanya manis dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Camilan sederhana ini banyak dijual di pasar maupun warung tradisional.
Apa yang Membuat Camilan Khas Bali Unik?
Dalam budaya Bali, camilan tradisional dikenal sebagai jaje. Makanan ini bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Banyak jaje dijual di pasar pagi sebagai menu sarapan atau camilan sehari-hari.
Selain itu, berbagai jaje juga digunakan sebagai pelengkap sesajen dan upacara adat. Bahan yang paling sering digunakan antara lain tepung beras, ketan, kelapa, gula aren, sagu, daun pandan, dan daun suji. Perpaduan bahan-bahan lokal tersebut menciptakan cita rasa yang sederhana, tetapi tetap khas.
Di Mana Bisa Menemukan Camilan Tradisional Bali?
Kawan dapat menemukan camilan khas Bali dengan mudah di pasar tradisional, terutama pada pagi hari. Selain itu, banyak sentra UMKM, desa wisata, toko oleh-oleh, hingga festival kuliner yang menjual berbagai jaje tradisional. Tempat-tempat tersebut menjadi pilihan tepat untuk menikmati cita rasa autentik sekaligus mengenal kekayaan budaya kuliner Bali.
Informasi dalam artikel ini telah diperbaharui pada [Rabu, 5 Agustus 2026, 17.00 WIB]
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


