Program Pete-pete Laut yang akan diluncurkan Pemerintah Kota Makassar disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat kepulauan, khususnya kelompok yang membutuhkan akses transportasi secara rutin untuk kegiatan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Dinas Perhubungan Kota Makassar menyatakan bahwa pada tahap awal layanan ini akan memprioritaskan pelajar, guru, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang memiliki kebutuhan perjalanan antarpulau secara berkala.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan kelompok yang bergantung pada transportasi laut mendapatkan akses perjalanan yang lebih teratur. Di wilayah kepulauan, transportasi memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama antara pulau-pulau dengan pusat layanan pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan di daratan.
Pete-pete Laut menggunakan kapal berkapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang. Armada tersebut merupakan kapal operasional Dinas Perhubungan yang kini difungsikan sebagai transportasi publik bagi masyarakat kepulauan.
Pada masa awal operasional, layanan direncanakan berlayar satu kali dalam sepekan. Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap jumlah pengguna, efektivitas layanan, dan kebutuhan masyarakat sebelum menentukan kemungkinan penambahan jadwal pelayaran.
Penentuan jadwal reguler juga akan dilakukan melalui koordinasi dengan warga kepulauan. Pemerintah menilai pola aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pulau berbeda dengan masyarakat perkotaan sehingga diperlukan penyesuaian agar layanan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Soft launching Pete-pete Laut dijadwalkan berlangsung di Pulau Barrang Lompo pada 12 Juni 2026. Setelah peluncuran, armada akan menjalani perjalanan uji coba menuju Pulau Bonetambu.
Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mendukung akses pendidikan bagi pelajar, memperlancar mobilitas tenaga kesehatan, serta mempermudah distribusi layanan pemerintahan ke wilayah kepulauan yang menjadi bagian dari Kota Makassar.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


