cara naik pete pete laut di makassar - News | Good News From Indonesia 2026

Cara Naik Pete-pete Laut di Makassar: Jadwal Uji Coba, Rute Awal, dan Mekanisme Layanan yang Disiapkan Pemkot

Cara Naik Pete-pete Laut di Makassar: Jadwal Uji Coba, Rute Awal, dan Mekanisme Layanan yang Disiapkan Pemkot
images info

Cara Naik Pete-pete Laut di Makassar: Jadwal Uji Coba, Rute Awal, dan Mekanisme Layanan yang Disiapkan Pemkot


Informasi mengenai cara menggunakan Pete-pete Laut mulai banyak dicari masyarakat menjelang pelaksanaan soft launching layanan transportasi laut terbaru yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar untuk wilayah kepulauan.

Berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan Kota Makassar, Pete-pete Laut akan mulai diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan soft launching yang berlangsung pada 12 Juni 2026 di Pulau Barrang Lompo.

baca juga

Pada tahap awal, layanan masih berstatus uji coba sehingga jadwal operasional reguler belum ditetapkan secara permanen. Pemerintah berencana menentukan jadwal pelayaran setelah melakukan pembahasan bersama masyarakat kepulauan dan mengevaluasi kebutuhan pengguna.

Rute dan Tiket Pete-pete Laut Kota Makassar

Rute awal pete-pete laut yang akan digunakan dalam uji coba adalah perjalanan dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Bonetambu. Perjalanan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi operasional layanan sebelum dijalankan secara lebih luas.

Bagi masyarakat yang ingin menggunakan Pete-pete Laut, mekanisme pemesanan tiket masih dalam tahap penyusunan oleh Pemerintah Kota Makassar. Hingga pelaksanaan soft launching, pemerintah belum mengumumkan sistem pemesanan tiket maupun tarif resmi layanan.

Karena itu, masyarakat disarankan untuk memantau informasi terbaru dari Pemerintah Kota Makassar dan Dinas Perhubungan Kota Makassar terkait jadwal pelayaran, prosedur penggunaan layanan, tarif, serta mekanisme pemesanan tiket yang akan diberlakukan setelah masa uji coba.

Sekilas tentang Pete-pete Laut

Pete-pete Laut merupakan layanan transportasi laut yang menggunakan kapal berkapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang. Program ini dirancang untuk memperkuat konektivitas wilayah kepulauan sekaligus mendukung akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, layanan pemerintahan, dan aktivitas ekonomi.

Melalui masa uji coba yang dimulai pada Juni 2026, pemerintah akan mengumpulkan masukan dari masyarakat untuk menentukan pengembangan layanan, termasuk kemungkinan penambahan frekuensi pelayaran pada masa mendatang.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.